• SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN
  • PIMPINAN & STAF BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN
  • Cegah Virus Corona, Jaga Kesehatan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)

Peringatan Dini, Evakuasi Dan Penyelamatan Keadaan Darurat

A. PENANGGULANGAN KEBAKARAN

    • Penanggulangan kebakaran kecil/awal pada umumnya kebakaran besar dimulai dari kebakaran kecil, untuk mencegah agar kebakaran tidak menjadi besar, maka:
      1. Pegawai yang menemukan kebakaran langsung memadamkan kebakaran kecil awal tersebut dengan menggunakan alat pemadam api pertama/ringan (APAR) yang tersedia di lantai tersebut.
      2. Melaporkan terjadinya kebakaran tersebut kepada Satuan Pegamanan
      3. Bila kebakaran tersebut dapat dipadamkan oleh karyawan dan peralatan seperti tersebut pada butir 1 di atas, maka Satuan Pegamanan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kepala Balai.
      4. Bila kebakaran tersebut belum dapat dipadamkan oleh karyawan seperti tersebut pada butir 1 di atas, maka setelah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Balai  dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, serta langkah selanjutnya adalah :
          1. Mengarahkan/memimpin Tim Pemadam Kebakaran di lantainya untuk berusaha memadamkan kebakaran tersebut baik dengan menggunakan alat pemadam api pertama/ringan maupun system jaringan air kebakaran yang terpasang di lantai tersebut, dan menyiapkan kemungkinan evakuasi dan penyelamatan jiwa/dokumen.
          2. Setelah Tim Pemadam Kebakaran dari teknisi tiba di tempat, maka Satuan Pegamanan memimpin pemadaman agar kemungkinan meluasnya kebakaran serta bahaya-bahaya lain yang mengkin timbul dapat dicegah.
    • Penanggulangan Kebakaran Besar Bila kebakaran tersebut tidak dapat dikuasai oleh Tim Pemadam Kebakaran Kantor selanjutnya adalah :
      1. Satuan Pengamanan membunyikan alarm kebakaran untuk dilakukan evakuasi
      2. Satuan Pengamanan memecahkan kaca pelapor kebakaran (yang terpasang dilantainya sebagai tanda/isyarat bahwa di lantainya terjadi kebakaran besar.
      3. Satuan Pengamanan mengkoordinasi pelaksanaan evakuasi karyawan di lantainya serta menyelamatkan dokumen/jiwa.
      4. Memerintah semua penghuni gedung supaya tetap tenang dan mengumumkan bahwa ada kejadian kebakarn di lantai tertentu
      5. Mengkoordinir evaluasi karyawan mulai dari atas lantai yang terbakar sampai dengan lantai yang teratas, disusul dengan evakuasi karyawan mulai dari bawah lantai yang terbakar sampai dengan lantai yang terbawah.
      6. Pengarahan personil serta peralatan kebakaran dan pengamanan yang diperlukan dalam usaha penanggulangan kebakaran (memadamkan, melokalisir untuk mencegah meluasnya kebakaran serta bahaya- bahaya lain yang mungkin dapat ditimbulkan, evakuasi karyawan dan penyelamatan jiwa/harta benda.
      7. Melaporkan/memberi informasi tentang terjadinya kebakaran tersebut serta tindakan yang telah diambil dalam rangka penanggulangannya, kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Satuan Satuan Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Banjarmasin.

B. GEMPA BUMI

    1. Berada di bawah meja yang dapat memberikan keamanan serta udara yang cukup.
    2. Carilah kolom bangunan atau lorong yang memungkinkan tidak terdapat benda-benda yang dapat roboh di area kerja.
    3. Tangga darurat gedung adalah area yang paling aman dari reruntuhan.
    4. Jauhkan diri dari jendela, rak buku, lampu atap, tempat file dan barang-barang berat lain yang dapat jatuh dan melukai.
    5. Tunggu sampai ada instruksi selanjutnya dari petugas.
    6. Tetap tenang/jangan panik
    7. Jika berada di halaman, jauhi gedung

I. PROSEDUR EVAKUASI

Pelaksanaan evakuasi karyawan penghuni lantai-antai di koordinir oleh Satuan Pengamanan. Evakuasi karyawan dilaksanakan melalui ”Tangga Darurat” atau sarana lain yang tersedia.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu evakuasi adalah:

  1. Berjalan dengan cepat jangan lari
  2. Jangan membawa atau memakai barang-barang yang dapat menyulitkan pelaksanaan evakuasi
  3. Berikan prioritas kepada karyawati dan karyawan lain yang lemah fisiknya

Apabila hendak membuka pintu, rabalah dan rasakan lebih dahulu pintunya 

  1. untuk meyakinkan apakah dibalik pintu tersebut ada api atau tidak
  2. Menuruni tangga dengan cara berjajar berturut-turut sesuai lebar kapasitas tangga.
  3. Bila mungkin keadaan mengijinkan, tutuplah semua pintu dan jendela untuk membantu memperlambat rambatan api
  4. Apabila terperangkat dalam asap, bernafaslah dengan pendek-pendek melalui hidung, bergerklah dengan cara merangkak karena udara di bawah lebih dingin/sejuk. Apabila terpaksa harus menerobos asap, tahanlah nafas anda
  5. Keluar dari tangga darurat harus melalui pintu menuju halaman dan berkumpul di titik kumpul serta melapor kepada kepala Regu Evakuasi Lantai masing-masing.

II. PROSEDUR PENYELAMATAN

Seperti pada prosedur evakuasi, pelaksanaan penyelamatan pada lantai yang bersangkutan dikoordinir Satuan Pengamanan. Untuk penyelamatan ini, baik penyelamatan dokumen maupun jiwa pelaksanaanya bersamaan dengan pelaksanaan evakuasi.

  1. Hal-hal yang perlu dilakukan pada penyelamatan dokumen.
    • Seleksi/memilih dokumen-dokumen yang penting untuk diselamatkan, dokumen tidak penting tidak perlu dibawa oleh karena menyulitkan dalam melaksanakan penyelamatan dokumen.
    • Membawa dokumen yang perlu diselamatkan dengan sebatas kemampuan (jangan membawa dokumen melebihi batas kemampuan).
    • Berjalan dengan cepat tetapi tidak lari, melalui jalur evakuasi yang (koridor,tangga darurat).
    • Himpunan semua dokumen yang berhasil diselamatkan pada tempat berkumpul.
  2. Hal-hal yang perlu dilakukan pada penyelamatan jiwa :
    • Bila memungkinkan, kepada korban berikan pertolongan pertama.
    • Korban segera dibawa ke tempat yang aman dengan melalui jalur evakuasi untuk selanjutnya diserahkan kepada tim medis.