TANYA JAWAB (FAQ)

Pertanyaan yang sering diajukan beserta jawaban kami.

Produk pertanian yang wajib dilaporkan dan / atau diperiksakan di karantina pertanian adalah media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organism pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sertabenda lain yang dapat membawa masuk dan / atau menyebarkan HPHK dan OPTK, diantaranya adalah :

  1. Hewan, yaitu : semua binatang yang hidup di darat, baik dipelihara maupun yang hidup secara liar, termasuk hewan yang dilindungi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti sapi, kuda, anjing, kucing, unggas/burung, harimau
  2. Bahan asal hewan, yaitu : bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut, termasuk daging, susu, telur, bulu, tanduk, kuku, kulit, tulang dan mani
  3. Hasil bahan asal hewan, yaitu : bahan asal hewan yang telah diolah (kulit yang disamak setengah proses, tepung tulang, tepung darah, tepung bulu, usus, organ-organ, kelenjar, jaringan serta cairan tubuh hewan.
  4. Tumbuhan yaitu : semua jenis sumber daya alam hayati nabati dalam keadaan hidup atau mati, baik belum diolah maupun telah diolah termasuk tumbuhan yang dilindungi, kecuali rumput laut dan tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air (algae).

Komoditas wajib periksa karantina yang harus dilaporkan dan diperiksakan ke petugas karantina pertanian apabila hendak dilalulintaskan antar area dan / atau antar Negara baik dengan alat angkut pesawat udara maupun kapal laut.

Tujuan dilakukan tindakan karantina adalah untuk :

  1. Mencegah masuknya hama / penyakit hewan karantina, dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina dari luar negeri kedalam wilayah Negara Republik Indonesia
  2. Mencegah tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina dari area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia
  3. Mencegah keluarnya hama dan penyakit hewan karantina dari wilayah Negara Republik Indonesia.
  1. Pemohon melaporkan rencana pengiriman barang/hewan kepada petugas karantina sesuai dengan moda transportasi yang akan digunakan. Untuk hewan/produk hewan, saat pelaporan harus dilengkapi dengan sertifikat veteriner atau surat keterangan yang diterbitkan oleh dokter hewan yang berwenang atau pejabat yang ditunjuk.
  2. Menyerahkan hewan/tumbuhan/produk kepada petugas untuk dilakukan tindakan karantina.
  3. Pemohon membayar jasa tindakan karantina apabila hewan/tumbuhan/produk dibebaskan dari tempat pemeriksaan karantina.

Informasi Pilihan