Ekspor Kayu Lapis Kalsel Sumbang Devisa Negara USD 80.992.596

Ekspor Kayu Lapis Kalsel Sumbang Devisa Negara USD 80.992.596

Banjarmasin -- SobatQ, mungkin sudah mengenal apa itu Plywood (kayu lapis). Ya, komoditas setengah jadi yang biasa digunakan sebagai material pembuat perabot rumah tangga seperti kitchen set, lemari, meja dan lain sebagainya. Permukaan polos dan tidak memiliki serat yang khas menyebabkan kayu lapis harus diberi pelapis berupa veneer (irisan kayu tipis).
Kayu lapis merupakan salah satu komoditas unggulan di Kalimantan Selatan. Menurut data IQFAST, selama tahun 2018 Karantina Banjarmasin telah melakukan sertifikasi terhadap pengiriman kayu lapis ke berbagai negara diantaranya Amerika, Tiongkok, India, Filipina dan Malaysia. Tercatat sebanyak 94.177,438 M3 dengan frekuensi ekspor 1.003 kali. Jumlah yang cukup luar biasa.

Berapa perolehan devisa Negara dari hasil ekspor kayu lapis ini? Ya, kurang lebih bernilai USD 80.992.596 atau setara dengan 1 triliun rupiah lebih. Waw..!!! sungguh nilai yang fantastis ya.
Pada tahun ini, Badan Karantina Pertanian mempunyai program Agro Gemilang. Program yang bertujuan untuk menggalakan ekspor pertanian terutama bagi kaum milenial bangsa. Sejalan dengan hal tersebut Karantina Banjarmasin siap melakukan pendampingan kepada eksportir kayu lapis untuk lebih meningkatkan nilai ekspornya ditahun 2019. Sampai saat ini tercatat 6 perusahaan penghasil kayu lapis yang sudah ditetapkan sebagai Instalansi Karantina Tumbuhan (IKT) dan Tempat Lain untuk melakukan tindakan karantina yang akan terus didampingi.
Mari dukung upaya baik ini, demi kemajuan pertanian dan ekspor produk pertanian Indonesia. Saatnya 2019 go Internasional.

Informasi Terkait