Kemasan Kayu, Kenapa Harus Dikarantina ?

Kemasan Kayu, Kenapa Harus Dikarantina ?

Karantina periksa bibit? Ya haruslah. Bibit kan bisa membawa penyakit. Karantina periksa buah? Wajarlah, ulat kan suka nyelip-nyelip di dalam buah. Tapi, karantina periksa kemasan kayu? Serius?
SobatQ, sering melihat kemasan kayu yang digunakan untuk mengemas produk pertanian yang dikirim ke berbagai daerah atau luar negeri? Yups, kemasan kayu seperti pallet, drum kayu, pengganjal, kemasan kayu untuk minuman, buah-buahan dan lain sebagainya tak luput dari pemeriksaan karantina.

Sebegitu pentingnya ya, kok harus dilaporkan kepada petugas karantina? Ya, sebesar itulah cinta kami kepada SobatQ. Serius ini, bukan gombal.
Jika SobatQ mengimpor kemasan kayu dari luar negeri, wajib hukumnya untuk lapor karantina. Buat apa? Untuk memastikannya bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)!
Emang ada OPTK yang doyan hidup di kemasan kayu? Adalah. Contohnya saja serangga dari famili Isoptera, Anobiidae dan masih banyak lagi. Bahkan nematoda seperti Bursaphelenchus xylophilus juga tidak boleh ada dalam kemasan kayu. Kalau sampai ditemukan, maka perlu diberi perlakuan seperti heat treatment ataupun fumigasi dengan menggunakan methyl bromide.
Bukan hanya masalah OPTK saja rupanya. Kemasan kayu yang diimpor juga harus bebas jamur dan kulit kayu atau dalam bahasa kerennya debarked (DB).

Selain itu, ada tidaknya marka juga menjadi salah satu fokus pemeriksaan karantina. Mengapa? Karena dalam marka ini diberikan informasi yang lengkap mengenai logo IPPC, kode negara, kode registrasi perusahaan dan kode perlakuan yang telah disepakati secara internasional.
Marka itu sederhananya seperti stempel/label yang berisi berbagai informasi. Jika tidak ada marka atau markanya tidak sesuai, maka petugas karantina akan memberikan perlakuan khusus seperti fumigasi atau perlakuan panas (heat treatment) pada suhu 56°C selama 30 menit yang diukur pada inti kayu.

Ada pengecualian kemasan kayu yang tertuang dalam ISPM #15 loh, misalnya plywood, veneer, particle board, sekam kayu, sampah ketaman kayu dan lembaran kayu tipis yang ketebalannya kurang dari 6 mm. Ini dikarenakan jenis kemasan kayu tersebut tidak menjadi tempat hidup yang nyaman bagi serangga atau nematoda tersebut. Ya tipis, gimana bisa nyaman. Ibaratnya nih, seperti rumah yang tidak memiliki atap. Orang pasti malas tinggal di rumah tersebut, kecuali yang hobinya hujan-hujanan.
Jadi gimana? Sudah ngerti kan, kenapa kemasan kayu aja diperiksa karantina.

Badan Karantina Pertanian sebagai garda terdepan yang melindungi kelestarian sumber daya alam Indonesia akan terus berkomitmen dalam menjamin produk pertanian yang dilalulintaskan. Terlebih jika itu komoditas impor, persyaratannya pasti lebih kompleks karena setiap negara punya cara tersendiri dalam melindungi semua aset dan jaminan kesehatan bagi warganya. Ya, seperti SobatQ yang selalu punya cara tersendiri untuk lapor karantina. Bisa via telepon, media sosial, PPK online, atau bertatap langsung dengan petugas karantina yang kece-kece di seluruh Indonesia. Asal jangan via hati aja, bahaya! Bukannya sampai di negara tujuan, malah ketemunya di pelaminan

Informasi Terkait