Usia Hanyalah Angka, Semangat Pejabat Karantina Pertanian Tetap Membara

Usia Hanyalah Angka, Semangat Pejabat Karantina Pertanian Tetap Membara
Banjarmasin - Senin (11/01) pagi, hujan masih terus mengguyur sebagian besar Kalimantan Selatan. Hawa dingin tak menyurutkan semangat Jumadi dan Atep, pejabat Karantina Pertanian Banjarmasin, menempuh jarak ratusan kilometer menuju pabrik kelapa sawit. Keduanya akan melakukan pemeriksaan terhadap 2.250 ton bungkil kelapa sawit di sebuah pabrik yang letaknya di tengah kebun sawit.
 
Bukan hanya jarak yang cukup jauh, medan yang cukup sulit dan cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi keduanya. Jumadi dan Atep, tahun ini akan berusia 58 tahun, masih tetap bersemangat melakukan pemeriksaan bungkil sawit yang rencananya akan diekspor ke Vietnam.
“Kami temukan hama gudang kosmopolit. Namun, nantinya akan dilakukan fumigasi di atas kapal. Fumigasi selain untuk membebaskan bungkil sawit dari hama gudang, juga merupakan persyaratan dari negara tujuan,“ jelas Jumadi.
 
Bungkil kelapa sawit senilai Rp 4,7 miliar akan segera dimuat ke dalam KM. Phuc Thuan begitu selesai dilakukan pemeriksaan karantina. Felix, perwakilan dari pihak pabrik, sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena pejabat Karantina Pertanian tetap melaksanakan tugasnya meski kondisi cuaca yang kurang baik.
 
“Ada banjir di beberapa tempat sehingga kami harus mencari jalur alternatif dan antre, karena berlaku sistem buka tutup jalan. Hal ini membuat waktu tempuh jadi lebih lama. Biasanya pukul 13.00 sudah tiba di pabrik, karena banjir jadi pukul 15.00,” Atep menuturkan.
Usia memang tak lagi muda, tapi semangat Jumadi dan Atep harus menjadi teladan bagi kita dalam melaksanakan tugas. Demi mendukung ekspor komoditas pertanian Indonesia di pentas dunia.
 

Informasi Terkait