Karantina Pertanian Banjarmasin Sosialisasikan Konstratani Hingga Ke Bromo

Karantina Pertanian Banjarmasin Sosialisasikan Konstratani Hingga Ke Bromo
Banjarmasin (12/11/20) - Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin drh. Nur Hartanto, MM beserta staf melakukan pendampingan kegiatan program Kostratani Kementerian Pertanian, Rabu (11/11/20) di Bromo, kota Banjarmasin.
Bromo, yang terlintas dipikiran kita bila mendengar nama ini, tentunya adalah daerah wisata Gunung Bromo di Jawa Timur. Namun siapa sangka, ternyata di Banjarmasin juga terdapat daerah bernama Bromo. Namun, Bromo di Banjarmasin adalah nama sebuah pulau kecil yang diapit oleh sungai Martapura dan sungai Barito dengan penduduk sekitar 1.250 jiwa. Disanalah Karantina Pertanian Banjarmasin berkesempatan melaksanakan kegiatan sosialisasi program Konstratani dari Kementerian Pertanian RI.
Di salah satu desa yang hanya dapat dijangkau dengan angkutan sungai tersebut, Karantina Pertanian Banjarmasin didukung para PPL Kec. Banjarmasin Selatan dan Dinas Pertanian Kota Banjarmasin melakukan bimbingan teknis tentang budidaya tanaman Indigofera dan sosialisasi tugas dan fungsi Karantina Pertanian.
Pagi itu, cuaca yang sedikit mendung dengan semilir angin menjadikan udara terasa lebih sejuk dari biasanya. Kegiatan yang dilakukan bersama para petani yang tergabung dalam beberapa Kelompok Tani di Kel. Mantuil Raya, Kec. Banjarmasin Selatan itu terasa berbeda bagi petugas Karantina yang setiap harinya bertugas di tempat keramaian yaitu di pelabuhan dan bandara.
Acara dikemas secara santai, lesehan, tanpa pengeras suara dan memang seperti itu adanya di tempat terbuka, tanpa listrik dan tanpa penyejuk ruang buatan namun terasa begitu tenang dan khidmat. Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh drh. Nur Hartanto.
Dalam sambutannya Nur Hartanto menyampaikan bahwa Karantina Pertanian Banjarmasin ikut serta dalam program Kementerian Pertanian dalam mendorong komoditas potensial di daerah untuk di ekspor.
“Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong komoditas potensial di masing-masing daerah agar dapat diekspor, dan Karantina Pertanian menjadi salah satu institusi yang ikut menjamin kesehatan komoditas untuk memberikan jaminan kualitas”. jelas Nur.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Bidang Produksi Pertanian Kota Banjarmasin, ibu Lenderawati, S.Hut, menyampaikan bahwa daerah pulau Bromo diberikan sumber daya tanah yang subur, untuk itu beliau mengajak para petani untuk mengoptimalkanpemanfaatan lahan dengan tanaman Indogofera agar dapat meningkatkan pendapatan karena pasar untuk produk yg dihasilkan tanaman tersebut juga sudah tersedia.
Acara semakin meriah dengan tampilnya ibu Lilis Suryani, SP, MP yang menyampaikan sosialisasi tentang tugas dan fungsi karantina pertanian. Penyampaian materi yang diselingi canda khas bahasa daerah dan pembagian hadiah atau doorprise menjadikan petani semakin semangat menyimak dan menjawab semua pertanyaan yang disampaikan.
Acara diakhiri dengan panen ubi jalar bersama, tak berselang lama hujan pun turun dan memaksa kami berteduh diantara atap yang bocor sana dan sini.
Sukses dan maju terus Karantina Pertanian Banjarmasin, tugas belum usai, desa selanjutnya menunggumu.

Informasi Terkait