Lindungi Jeruk Lokal, Karantina Banjarmasin Tahan 1000 Bibit Jeruk Ilegal

Lindungi Jeruk Lokal, Karantina Banjarmasin Tahan 1000 Bibit Jeruk Ilegal

Banjarmasin -- Karantina Banjarmasin mendukung program pemerintah daerah untuk melindungi tanaman jeruk lokal agar terus lestari. Ini dibuktikan oleh petugas wilayah kerja Batulicin yang melakukan pemusnahan terhadap 1.000 batang bibit jeruk (Citrus sp.) asal Barru, Sulawesi Selatan yang tidak disertai dokumen, pada Selasa (29/01). Pemusnahan dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit bakteri Lyberobacter asiaticum yang mungkin terbawa oleh bibit.

"Pemusnahan kami lakukan sebagai opsi terakhir, karena pemilik bersikeras untuk tetap membawa bibit tersebut. Kesepakatan akhirnya tercapai bahwa pemilik dapat menerima tindakan pemusnahan setelah dijelaskan terkait penyakit yang memungkinkan terbawa oleh komoditas," ujar Masdar, Penanggung Jawab Wilker Batulicin.

Dasar dari penahanan dan pemusnahan ini adalah Peraturan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan nomor : 4 Tahun 2008 Tentang Peredaran bibit Jeruk. Pemasukan bibit jeruk dari daerah endemik Lyberobacter asiaticum atau dari daerah yang bebas tetapi tidak disertai label bebas Lyberobacter asiaticum dilarang pemasukannya.

Pemusnahan disaksikan pemilik, Kepala Polisi Sektor Batulicin, Kepala Kesatuan Pelaksana Pengaman Pelabuhan (KP3) Batulicin, Kepala Polairud, Karantina Ikan dan pihak pelabuhan. Pemusnahan ini juga didokumentasikan dalam Berita Acara Pemusnahan.

SobatQ, aturan dalam karantina jelas dan tegas. Oleh karena itu, pastikan lapor karantina sebelum melalulintaskan komoditas pertanian.

 

#KarantinaBanjarmasin
#LaporKarantina🐕🍎
#AgroGemilang

Informasi Terkait