Karantina Banjarmasin waspada Lethal Yellowing Pada Kelapa Sawit

Karantina Banjarmasin waspada Lethal Yellowing Pada Kelapa Sawit

Banjarmasin (29/03) - Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang sangat potensial di Kalimantan Selatan. Banyak perusahaan yang mengembangkan budidaya kelapa sawit menggunakan benih unggul yang berasal dari negara lain. Seperti contoh benih kelapa sawit asal Papua Nuginie. Bukan tanpa resiko benih dari negara ini mempunyai penyakit yang belum ada di Indonesia (A1) yaitu Lethal Yellowing yang disebabkan oleh Candidatus phytoplasma palmae.
Menyadari besarnya potensi masuk Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) tersebut, Karantina Banjarmasin meningkatkan kompetensi petugasnya dengan memberikan pembekalan pada In House Training Deteksi Candidatus phytoplasma palmae pada kelapa sawit. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Karantina Banjarmasin, Selasa (26/03).

"Tercatat pada tahun 2018 pemasukan benih kelapa sawit asal Papua Nuginea sebanyak dua kali dan rencana tahun ini akan masuk lagi. Oleh sebab itu perlu upaya peningkatan personel Laboratorium dengan Inhouse Training untuk mencegah pemasukan penyakit ini," ujar Jumadi mewakili Kepala Balai, saat membuka Inhouse Training.
Menurut Permentan No. 31 tahun 2018 tentang jenis - jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), penyakit ini termasuk kategori A1 dengan wilayah sebar di Papua Nuginie. Hal ini menjadi perhatian khusus, karena statusnya masih bebas di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan.

Dengan adanya Inhouse Training ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian personel di Laboratorium Karantina Banjarmasin dalam melakukan deteksi Candidatus phytoplasma palmae pada kelapa sawit. Sehingga peluang masukannya ke Kalimantan Selatan dapat di cegah. Itulah peran dari Karantina Pertanian yang sekaligus mendukung program akselerasi ekspor produk turunan kelapa sawit.
Hadir sebagai Narasumber dalam acara ini dari Balai Uji Standar Karantina Pertanian, Ir. Riza Desnurvia, M.Sc. Inhouse Training ini berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 26 - 28 Maret 2019.

Informasi Terkait