Tingkatkan Kompetensi SDM dengan Pelatihan Deteksi OYDV

Tingkatkan Kompetensi SDM dengan Pelatihan Deteksi OYDV
Banjarmasin - Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bagi Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Karantina Pertanian Banjarmasin menyelenggarakan In House Training dengan kompetensi “Deteksi Onion Yellow Dwarf Potyvirus secara Molekuler." Pengetahuan dan kompetensi terkait deteksi virus yang menyerang bawang ini merupakan hal yang penting mengingat tingginya frekuensi pemasukan komoditas bawang ke Banjarmasin, seperti bawang putih asal Jawa Timur dan bawang merah asal Bima. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 20-22 Oktober 2020 ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 mengingat masa pandemi masih belum usai.
Pelatihan kali ini menghadirkan narasumber dari BBUSKP, Dr. Jati Adiputra, S.Si, M.Si dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr. Ir. Badruzsaufari, M.Sc, Dr. Dindin H. Mursyidin, M.Sc dan Rani Sasmita, S.Si, MP, M.Sc. Tidak hanya diikuti oleh POPT Karantina Pertanian Banjarmasin saja, kegiatan ini juga dikuti oleh peserta dari UPT lain secara virtual melalui aplikasi zoom. Tercatat terdapat 79 akun peserta dari berbagai UPT, di antaranya Karantina Pertanian Surabaya, Kupang, Batam, Kendari, dan Jayapura.
In house training dibuka oleh Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, drh. Nur Hartanto, MM. didampingi oleh Kepala Seksi Karantina Tumbuhan, Priyatno, SP. Ucapan selamat datang disampaikan Nur dalam sambutannya, selain itu beliau juga menyampaikan beberapa harapan untuk ke depan.
“Semoga dapat terjalin MoU antara Karantina Pertanian Banjarmasin dengan ULM dalam berbagai kegiatan seperti magang dan praktek mahasiswa ULM dan peningkatan kinerja laboratorium. Semoga peserta dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya untuk dapat menyerap ilmu dari para narasumber,” papar Nur Hartanto.
Pada hari pertama, diberikan pemaparan materi mengenai pengenalan virus OPTK pada umbi bawang, dasar-dasar pengujian virus secara molekuler, metode pengujian OYDV secara molekuler. Setelah pemaparan materi dari narasumber dan diskusi, peserta in house training melakukan praktek pengujian dengan metode PCR di laboratorium yang dibimbing langsung oleh narasumber Rani Sasmita, S.Si, MP, M.Sc.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan selama 3 hari dengan antusias dan penuh semangat. Satu persatu peserta ikut berpartisipasi melakukan tahap demi tahap dalam pengujian PCR.
"Semoga dengan kegiatan In house training deteksi OYDV dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta dan mendorong laboratorium untuk menambah ruang lingkup deteksi virus," ujar Nur Hartanto pada penutupan kegiatan.
 

Informasi Terkait