Jaminan Kesehatan Komoditas Ekspor Melalui Kelayakan Tempat Pemeriksaan

Jaminan Kesehatan Komoditas Ekspor Melalui Kelayakan Tempat Pemeriksaan

Banjarmasin (23/06) Bicara tentang komoditas ekspor tentunya kita terbayang produk berkualitas, hal itu tidak salah dan bisa dibilang sangat benar. Bagi karantina pertanian, jaminan kualitas komoditas ekspor berupa bebasnya komoditas tersebut dari serangan hama dan penyakit tumbuhan atau dalam Undang-undang nomor 21 tahun 2019 dikenal dengan istilah bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Tidak itu saja, dalam UU No.21 tahun 2019 pasal 7, juga disebutkan karantina pertanian harus melakukan pencegahan terhadap Hama Penyakit Hewan Karantina, terhadap Keamanan dan Mutu Pangan, Agensia Hayati, Jenis Asing Invasif, PRG, Tumbuhan dan Satwa Liar, Tumbuhan dan Satwa Langka dan SDG .

Untuk memberikan jaminan tersebut dilakukan pemeriksaan secara bertingkat mulai dari penilaian kelayakan tempat penyimpanan atau gudangnya dan kondisi kesehatan komoditasnya sendiri harus bebas dari hama dan penyakit. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 38 tahun 2014 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan di Luar Tempat Pemasukan dan Pengeluaran, tindakan pemeriksaan dapat dilakukan di luar tempat pengeluaran dalam hal ini maksudnya di luar pelabuhan, dengan pertimbangan untuk memberikan kemudahan dalam proses pemeriksaan, kemudahan dalam pengawasan komoditas, jaminan keamanan dan pertimbangan lain yang dapat dibenarkan untuk kelancaran proses ekspor dan tidak menyimpang dari persyaratan karantina.

Kemarin Senin (22/06) dua karantinawati Karantina Banjarmasin (Herlina & Kyky) melakukan penilaian kelayakan tempat untuk pemeriksaan komoditas ekspor di salah satu eksportir di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penilaian kelayakan tersebut mencakup kelayakan administrasi (persyaratan dokumen yang berkaitan dengan ijin bangunan, pendirian perusahaan dan lain-lain) dan persyaratan teknis berupa kebersihan bangunan, fasilitas kebersihan, fasilitas keamanan, fasilitas untuk melakukan tindakan pemeriksaan, dan lain-lain.

Proses penilaian diawali dengan opening meeting dengan managemen perusahaan, dilanjutkan penilaian kelayakan dan diakhiri dengan closing meeting. Pada closing meeting disampaikan kepada managemen bahwa tempat tersebut layak untuk digunakan sebagai tempat pemeriksaan dan selanjutnya agar selalu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kondisi dan fasilitasnya.

Karantina Banjarmasin senantiasa mendukung program pemerintah dalam hal percepatan ekspor dengan memberikan kemudahan kepada pengguna jasa dalam memenuhi persyaratan Phytosanitary Certificate negara tujuan, agar komoditas unggulan Kalimantan Selatan semakin diterima di pasar internasional.

Melajulah ekspor IndonesiaQ bersama Karantina Banjarmasin (BUNGAS Lantih, Juni 2020)

 

#KarantinaPertanianBanjarmasin

#LaporKarantina

#EksporBanjarmasin

Informasi Terkait