Karantina Banjarmasin Siap Menerapkan SMAP sesuai SNI ISO 37001:2016

Karantina Banjarmasin Siap Menerapkan SMAP sesuai SNI ISO 37001:2016


Badan Karantina Pertanian telah menerapkan standar ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) diseluruh Indonesia. Karantina Banjarmasin merupakan salah satu UPT yang tengah menyiapkan standar pelayanannya dengan menerapkan SMAP ini.
Hal ini dibuktikan dengan adanya acara sosialisasi dan pendampingan penyusunan dokumen Sistem SMAP sesuai SNI ISO 37001:2016. Acara ini berlangsung selama 3 hari terhitung mulai tanggal 28 s/d 30 Januari 2019, yang dibuka oleh Kepala Karantina Banjarmasin, drh. Achmad Gozali, MM.

Dalam sambutannya Gozali menyampaikan bahwa tahap awal penyusunan dokumen sudah dimulai untuk selanjutnya akan dilakukan beberapa tahapan sampai mendapatkan sertifikat pengakuan."Saya harapkan di awal tahun ini kita sudah menerapkan ISO 37001:2016 didalam pelayanan kita dan bisa memperoleh sertifikat pengakuan," ujar Gozali.

Karantina Banjarmasin telah mengimplementasikan ISO/IEC 17025:2017 tentang sistem manajemen mutu laboratorium, dan SMM pelayanan sesuai ISO 9001:2015. Semua sistem ini akan di integrasikan dengan SMAP berdasarkan SNI ISO 37001:2016.
Hadir sebagai Narasumber yaitu Kepala Bidang Karantina Tumbuhan BBKP Makasar, Abdul Rahman, SP. Rahman menyampaikan terkait apa itu SMAP, bagaimana cara menyusunnya, dan beberapa dokumen yang harus disiapkan."Memang dokumennya banyak namun saya harapkan pada semua tim yang menyusun supaya tetap semangat," kata Rahman saat menyampaikan materi.
Tidak hanya Karantina Banjarmasin yang hadir dalam acara tersebut namun ada juga tim penyusun dari Karantina Palangkaraya. Mari kita dukung langkah positif ini untuk mewujudkan birokrasi yang bersih tanpa ada suap, pungli dan gratifikasi.

Informasi Terkait