Karantina Banjarmasin, Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Di Kalimantan Selatan

Karantina Banjarmasin, Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Di Kalimantan Selatan

Banjarbaru - Karantina Banjarmasin mendukung pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan. Dukungan ini dibuktikan dengan hadirnya Karantina Banjarmasin dalam acara Seminar Nasional "Pemanfaatan Potensi Lokal Spesifik untuk Pertanian Berkelanjutan" yang dilaksanakan di Hotel Rodhita Banjarbaru, (28/11).

Karantina Banjarmasin berkontribusi sebagai narasumber seminar. Petugas karantina, Lilis Suryani SP. MP., yang mempresentasikan makalah berjudul " Karakteristik morfologi Dysmicoccus brevipes pada buah nanas di Kabupaten Barito Kuala". Selain itu turut juga Ani Yuliani, SP dan Hasriani Sannang, SP, yang mempresentasikan makalah tentang "Sporulasi Peronosclerospora maydis penyebab penyakit bulai pada jagung di Kabupaten Tanah Laut".

Karantina Banjarmasin setiap tahun melakukan kegiatan pemantauan terhadap keberadaan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) di wilayah Kalimantan Selatan. Tentu saja ini selaras dengan program pemanfaatan potensi lokal spesifik untuk pertanian berkelanjutan.

"Dari hasil pemantauan kami akan memperoleh data sebaran OPT maupun OPTK pada buah nanas, ini penting untuk mengetahui teknik dan metode pengendalian kedepannya," ujar Lilis.
Acara ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) Komisariat Daerah Kalimantan Selatan dan Tengah yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat serta Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan BPTPH.
Dengan diikuti oleh kurang lebih 150 orang peserta. Pembicara utama ialah Direktur Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Sekretaris Jenderal PFI, dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.

Informasi Terkait