Karantina Banjarmasin Amankan Citrus dari Jawa Timur

Karantina Banjarmasin Amankan Citrus dari Jawa Timur

Banjarmasin (11/01), Dini hari pukul 02:00 WITA, Petugas Karantina Banjarmasin melakukan tindakan penahanan terhadap bibit jeruk (Citrus sp) berjumlah 50 batang dari Surabaya, yang dibawa menggunakan kapal KM. Mila Utama. Kapal tersebut sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Bibit jeruk tersebut dilakukan penahanan karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan dari karantina di daerah asal dan label bebas gejala citrus vein phloem disease (CVPD) yang dikeluarkan oleh Balai pengawasan dan sertifikasi benih ditempat asal. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan nomor 4 tahun 2008 tentang pengaturan peredaran benih jeruk di provinsi Kalimantan Selatan. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya agar Kalimantan Selatan tetap bebas dari penyakit CVPD.

Bibit jeruk tersebut ditahan dan pemilik diberi waktu 14 hari untuk melengkapi persyaratan karantina. Apabila setelah 14 hari pemilik tidak dapat melengkapi persyaratan karantina, maka bibit jeruk tersebut dilakukan tindakan penolakan ke daerah asal.

Penyakit CVPD disebabkan oleh bakteri Candidatus Liberibacter asiaticus, merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh petani jeruk di seluruh dunia. Banyak pusat produksi jeruk di Indonesia telah dirusakkan oleh CVPD, demikian juga pusat produksi jeruk di negara-negara lain. Penyakit ini ditakuti karena mudah menular dan begitu tanaman terkena penyakit maka akhirnya pasti akan mati. Selama masih hidup tanaman memang masih dapat berproduksi, tetapi buah jeruk menjadi berkurang, bentuk buah menjadi tidak normal, ukuran buah menjadi lebih kecil, dan rasanya menjadi kecut.

SobatQ, Peran karantina sangat penting dalam mencegah masuk dan tersebarnya penyakit baik pada tumbuhan maupun hewan. Untuk itu, bantu kami dengan melapor dan periksakan barang bawaannya berupa tumbuhan dan hewan serta produknya ke petugas karantina sebelum dilalulintaskan.

Informasi Terkait