Tiongkok Kembali Datangkan 425 Ton Bungkil Kelapa Sawit dari Kalimantan Selatan

Tiongkok Kembali Datangkan 425 Ton Bungkil Kelapa Sawit dari Kalimantan Selatan

Bungkil kelapa sawit atau sering disebut juga Palm Kernel Expeller merupakan residu hasil pengolahan kelapa sawit. Bisa dikatakan juga bahwa bungkil ini adalah limbah dari pengolahan kelapa sawit. Namun, sebagai limbah organik, bungkil sawit kini telah banyak dimanfaatkan, antara lain sebagai pakan ternak dan pupuk organik.

Pada Rabu (4/9), Karantina Pertanian Banjarmasin kembali melakukan pemeriksaan 425 ton bungkil kelapa sawit senilai lebih dari 798 miliar rupiah. Bungkil kelapa sawit ini akan diekspor ke Tiongkok. Tiongkok sendiri sudah beberapa kali mendatangkan komoditas ini dari Kalsel.

Berlokasi di tengah kebun kelapa sawit, Jumadi, petugas Karantina Pertanian Banjarmasin, melakukan pemeriksaan administrasi dan fisik. "Dokumen dan fisik komoditas telah sesuai. Nanti tinggal dilaksanakan fumigasi," terang Jumadi.

Fumigasi dilakukan selain karena ditemukannya serangga gudang hidup, juga merupakan persyaratan dari negara tujuan. "Kami nanti akan ikut melakukan pengawasan pada saat fumigasi oleh pihak ketiga dilaksanakan," lanjutnya.

Karantina Pertanian memastikan bahwa komoditas pertanian Indonesia bebas hama dan penyakit serta layak bersaing di kancah perdagangan dunia. Hal ini sejalan dengan program kementerian pertanian untuk terus mendukung akselerasi ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Informasi Terkait