Sexava The Sexy Killer

Sexava The Sexy Killer

Namanya Sexava, cukup cantik bukan? Seksi juga, dengan tubuh padat berisi. Panjang tubuhnya sekitar 9.5 - 10.5 (betina) dan 6 - 9.5 (jantan). Kok panjang yang betina? Karena betina punya alat untuk meletakkan telur yang panjang di bagian belakang. Namanya ovipositor.
Sekilas mirip belalang biasa. Tapi jika diperhatikan, beda. Sexava memiliki antena berwarna merah muda yang panjang, melebihi panjang tubuhnya.
Ada 3 jenis Sexava yang menjadi OPTK A2, yaitu Sexava coreacea, Sexava nubila, dan Sexava karnyi. Sexava endemik di wilayah Indonesia timur, mulai dari Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara, hingga Papua.
Sexava merupakan hama utama pada tanaman kelapa. Selain itu, hama ini juga seringkali menyerang tanaman pisang, sagu, dan kelapa sawit.

Sexava memakan daun-daun kelapa hingga menyisakan lidinya saja. Bunga dan buah muda pun disikat habis. Duh, kelapa muda, posisi? Masak sih untuk urusan minum kelapa muda aja kita saingan sama Sexava?
Tapi, beneran killer? Iya. Lama-lama kalau serangan parah ya pohon kelapa mati. Paling tidak, berkurang produksinya hingga 1-2 tahun. Di Talaud dan Sangihe, Sulawesi, pernah tuh terjadi ledakan serangan (outbreak). Di Halmahera juga pernah, hingga produksinya tinggal 20-50%. Ngeri!
Sebenarnya sih ya, Sexava ini cukup santun dalam urusan makan. Dia makan dari pelepah yang paling bawah. Kalau belum habis, belum pindah dia. Tidak ada yang mubadzir. Tapi kalau jumlah populasi Sexava-nya banyak ya sama saja. Habis juga itu pohon kelapa.

Aktivitas makan dan reproduksi dilakukan di malam hari. Hmm, cukup pemalu juga ya. Malam hari, Sexava biasanya turun ke bawah untuk bertelur. Dulu sih, mereka suka meletakkan telur di tanah. Tapi kesini-sini, banyak parasitoid yang mengganggu telurnya. Akhirnya, mereka suka meletakkan telur di balik pelepah daun. Luar biasa, cerdas!
Sesantun apapun, tetap saja Sexava ini killer, pembunuh berdarah dingin yang bisa merusak potensi kelapa kita. Bagi petani kelapa, Sexava ini seperti momok yang menghantui produksi kelapanya. Makanya, karantina menjaga biar dia tidak nyebar kemana-mana. Sepakat yak? Biar kelapa muda tetap terasa segar, tak hanya menyisakan kenangan.

Informasi Terkait