• SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN
  • PIMPINAN & STAF BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN
  • Cegah Virus Corona, Jaga Kesehatan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)

Gagal Diselundupkan, Ratusan Burung Kolibri Ninja Dilepasliarkan Kembali Ke Habitatnya

Gagal Diselundupkan, Ratusan Burung Kolibri Ninja Dilepasliarkan Kembali Ke Habitatnya
Banjarmasin – Karantina Pertanian Banjarmasin dan Kepolisian Sektor Pelabuhan Trisakti Banjarmasin berhasil menggagalkan upaya percobaan penyelundupan satwa liar berjenis burung Kolibri Ninja (Leptocoma sperata) sebanyak 240 ekor, yang rencananya akan dilalulintaskan menuju Surabaya melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Sabtu dini hari (17/7).
 
Burung Kolibri Ninja tersebut selanjutnya dilakukan penahanan karena tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-11), Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari otoritas berwenang, dan Surat Angkut Tanaman dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN) dari BKSDA Kalsel.
 
Menindaklanjuti penahanan tersebut dan dalam rangka menjaga kelestarian satwa, maka pada Minggu (18/7) Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin Nur Hartanto bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan melakukan pelepasliaran burung-burung tersebut di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar.
 
“Pelepasliaran ini dilakukan, setelah sebelumnya burung-burung ini diketahui hendak dilalulintaskan tanpa melapor kepada pejabat karantina, dan berkat kerjasama yang baik bersama Polsek KPL Trisakti Banjarmasin, maka upaya penyelundupan ini dapat digagalkan," ungkap Nur Hartanto.
 
Dalam keterangan terpisah, Jarot selaku Pengendali Ekosistem Hutan Muda BKSDA Kalsel menyampaikan bahwa lokasi Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam dipilih sebagai tempat pelepasliaran satwa karena kondisi habitatnya cukup baik dan memiliki kesamaan dengan habitatnya di alam.
 
"Burung Kolibri Ninja ini memang bukan termasuk jenis yang dilindungi, tapi kita harus menjaga kelestariannya, maka kami langsung lepasliarkan bersama dengan Karantina Pertanian Banjarmasin. Harapannya burung ini bisa beradaptasi dan berkembang biak dg baik disini,” ujar Jarot.

Informasi Terkait