Idul Adha, Kami tetap berjaga

Idul Adha, Kami tetap berjaga

Banjarmasin (11/8) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, permintaan kebutuhan Sapi Potong untuk perayaan Hari Raya Idul Adha di Pulau Kalimantan cukup tinggi, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Karantina Pertanian Banjarmasin untuk memastikan bahwa Sapi Potong yang masuk ke pulau Kalimantan melalui Kota Banjarmasin dalam keadaan sehat dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Seperti halnya pada Minggu dini hari bertepatan dengan malam takbiran Idul Adha, petugas Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Eka Saputera dan Dadang Kadarisman melakukan pemeriksaan terhadap 550 ekor Sapi Potong yang berasal dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masuk ke Kalimantan Selatan melalui Pelabuhan Martapura Baru, Banjarmasin. Kota Kupang sebagai daerah asal saat ini masih berstatus belum bebas (endemik) dari penyakit Brucellosis, sehingga disyaratkan semua sapi sudah menjalani uji RBT (Rose Bengal Test) di Laboratorium dan dinyatakan negatif penyakit Brucellosis. Hal ini mengingat sejak tahun 2009, Pulau Kalimantan berstatus bebas Penyakit Brucellosis berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2540/Kpts/PD.610/2009.

Pemeriksaan diawali dengan melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan dan kebenaran isi dokumen Karantina asal yang juga dilengkapi hasil uji bebas Penyakit Brucellosis dari Laboratorium Karantina asal. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik terhadap semua sapi. Setelah dipastikan semua dokumen lengkap, jumlah ternak juga sesuai dan kondisinya sehat dan layak untuk dikonsumsi masyarakat, selanjutnya akan dilakukan pembebasan oleh Dokter Hewan Karantina.


"Sebelum sapi ini dibebaskan untuk didistribusikan ke masyarakat, terlebih dahulu diperiksa kelengkapan dokumennya, lalu dihitung jumlahnya dan terakhir diperiksa kesehatannya, semua itu untuk memastikan bahwa sapi-sapi ini dalam keadaan sehat dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) seperti contoh penyakit Brucellosis yang dapat menular dari hewan ke manusia atau bersifat Zoonosis" terang drh. Isrokal, Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin.

Karantina Banjarmasin menjamin kesehatan hewan yang dilalulintaskan agar masyarakat nantinya mendapatkan daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)

Informasi Terkait