Tentang Kami

Profil Lembaga

Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertugas untuk menyelenggarakan perkarantinaan pertanian dan pengawasan keamanan hayati.

Berdasarkan SK. Menteri Pertanian No. 171 tahun 1971, secara kelembagaan UPT Karantina Tumbuhan di Propinsi Kalimantan Selatan dimulai pada periode antara tahun 1968 sampai dengan tahun 1975 sebagai Cabang Karantina Tumbuhan Banjarmasin yang berada di bawah Direktorat Karantina Tumbuhan dengan jumlah pegawai hanya 2 (dua) orang. Kemudian tahun 1975 sampai dengan 1982 berada di bawah Badan Litbang Pertanian dengan jumlah pegawai sebanyak 4 (empat) orang.

Aktifitas dimulai di pelabuhan Sungai Martapura di Jl.R.E. Martadinata (Teluk Tiram). Dengan ruangan 4 X 3 meter dimulailah kegiatan operasional Karantina Tumbuhan di Banjarmasin.

Read More

Komitmen Layanan

Standar Pelayanan

Penyusunan dokumen standar pelayanan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tetang Pelayanan Publik. Dengan program kerja reformasi birokrasi yang tengah digulirkan pemerintah maka setiap intansi pelayanan publik wajib selalu meningkatkan kinerjanya agar semakin efektif, efisien, transparan, responsif, dan akuntabel.

Standar pelayanan merupakan pedoman bagi pelaksana pelayanan di lingkungan BKP Banjarmasin dalam melaksanakan tugas pelayanan dan sebagai informasi bagi masyarakat pengguna pelayanan di lingkungan BKP Banjarmasin.

Wilayah Kerja

Wilker

Wilayah Kerja (Wilker) Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin meliputi:

  1. UPT Induk dan Wilker Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
    Jl. Mayjen Sutoyo S. No. 1134 Banjarmasin, Kalimantan Selatan
  2. Wilker Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarbaru
    Jl. Angkasa No. 2 Komplek Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  3. Wilker Pelabuhan Batulicin
    Jl. Pelabuhan Ferry RT. 12 Batulicin, Kalimantan Selatan
  4. Wilker Pelabuhan dan Bandara Kotabaru
    Jl. Raya Stagen KM. 10 RT. 07 RW. 02 Kec. Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Update: April 2019

Sertifikasi

5,615

Karantina Hewan

Sertifikasi

5,550

Karantina Tumbuhan

Rupiah

1,001,000,000

PNBP

Prosen (%)

86

IKM

KOMITMEN LAYANAN

Maklumat Layanan

Kesanggupan dan kewajiban pihak penyelenggara untuk dapat melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar tertentu.

Lihat

Kebijakan Mutu

Tujuan organisasi dalam mendukung keputusan strategis untuk mengelola mutu produk dan layanan

Lihat

Jaminan Kepastian Pelayanan

Jaminan kepastian pelayan terhadap pengguna jasa yang memenuhi ketetapan.

Lihat

Jaminan Keamanan Pelayanan

Jaminan tingkat keamanan lingkungan ataupun sarana yang digunakan dalam pelaksanaan pelayanan.

Lihat

INFORMASI TERKINI

Berita & Artikel Terbaru
Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

Sumber Daya Manusia

Pejabat Struktural Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

Sunarto, SE, MM
Ka Sub Bag Tata Usaha
drh. Isrokal
Kasie KH
Priyatno, SP
Kasie KT
Lulus Riyanto
Kasie Wasdak

Galeri Foto Terbaru

Lihat Semua
Image

AGENDA

BKP Banjarmasin

TANYA JAWAB (FAQ)

Pertanyaan yang sering diajukan beserta jawaban kami.

Produk pertanian yang wajib dilaporkan dan / atau diperiksakan di karantina pertanian adalah media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organism pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sertabenda lain yang dapat membawa masuk dan / atau menyebarkan HPHK dan OPTK, diantaranya adalah :

  1. Hewan, yaitu : semua binatang yang hidup di darat, baik dipelihara maupun yang hidup secara liar, termasuk hewan yang dilindungi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti sapi, kuda, anjing, kucing, unggas/burung, harimau
  2. Bahan asal hewan, yaitu : bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut, termasuk daging, susu, telur, bulu, tanduk, kuku, kulit, tulang dan mani
  3. Hasil bahan asal hewan, yaitu : bahan asal hewan yang telah diolah (kulit yang disamak setengah proses, tepung tulang, tepung darah, tepung bulu, usus, organ-organ, kelenjar, jaringan serta cairan tubuh hewan.
  4. Tumbuhan yaitu : semua jenis sumber daya alam hayati nabati dalam keadaan hidup atau mati, baik belum diolah maupun telah diolah termasuk tumbuhan yang dilindungi, kecuali rumput laut dan tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air (algae).

Komoditas wajib periksa karantina yang harus dilaporkan dan diperiksakan ke petugas karantina pertanian apabila hendak dilalulintaskan antar area dan / atau antar Negara baik dengan alat angkut pesawat udara maupun kapal laut.

Tujuan dilakukan tindakan karantina adalah untuk :

  1. Mencegah masuknya hama / penyakit hewan karantina, dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina dari luar negeri kedalam wilayah Negara Republik Indonesia
  2. Mencegah tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina dari area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia
  3. Mencegah keluarnya hama dan penyakit hewan karantina dari wilayah Negara Republik Indonesia.
  1. Pemohon melaporkan rencana pengiriman barang/hewan kepada petugas karantina sesuai dengan moda transportasi yang akan digunakan. Untuk hewan/produk hewan, saat pelaporan harus dilengkapi dengan sertifikat veteriner atau surat keterangan yang diterbitkan oleh dokter hewan yang berwenang atau pejabat yang ditunjuk.
  2. Menyerahkan hewan/tumbuhan/produk kepada petugas untuk dilakukan tindakan karantina.
  3. Pemohon membayar jasa tindakan karantina apabila hewan/tumbuhan/produk dibebaskan dari tempat pemeriksaan karantina.