bg

Penahanan 268 Bungkus Benih oleh Karantina Banjarmasin

oleh Adriadi Hentarto, SP23 Juli 2018

berita-news-karantina-pertanian
qr-code

Banjarmasin ( 23/07/2018 ) , Sebanyak 268 bungkus benih impor ilegal yang terdiri dari berbagai benih, antara lain tanaman hias (anggrek, bonsai), sayur - sayuran (tomat, kubis) dan buah - buahan (jeruk, anggur, strawberi dan semangka) yang berasal dari Malaysia, Jerman, Thailand, India dan Laos ditahan oleh Karantina Banjarmasin.

Penahanan impor benih itu dilakukan petugas Karantina Banjarmasin, Wilayah Kerja Bandara Syamsudin Noor di Kantor Pos Landasan Ulin. Hal ini merupakan hasil koordinasi yang baik dengan Petugas Bea dan Cukai dalam hal ini diwakili oleh Sayuti, yang bertugas di Kantor Pos Landasan Ulin, Banjarbaru (23/07/2018).

Semua benih tersebut dikirim dalam 14 paket kiriman dengan penerima yang berbeda - beda. Jumlah benih dalam setiap bungkusnya beragam, kisaran antara 50 sampai 400 biji atau seberat 50 sampai 200 gram per bungkusnya.

Drh. Umar Suryanaga, penanggung jawab Wilayah Kerja Syamsudin Noor yang didampingi oleh Sigit Arie Wibowo, SP dan Rekan lainnya, langsung melakukan pemeriksaan terhadap benih impor ilegal tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut petugas mengambil keputusan untuk melakukan tindakan penahanan.

Penahanan tersebut dikarenakan tidak terpenuhinya persyaratan karantina yang diwajibkan, seperti Phytosanitary Certificate (PC) dari negara asal dan Surat Ijin Pemasukan (SIP) Menteri Pertanian dan dikhawatirkan membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

"Karena persyaratan administrasi seperti, PC dan SIPMentan tidak ada maka kami tahan benih ilegal ini," ujar Umar.

Menurut Sigit benih yang ditahan tersebut, bila pemiliknya tidak dapat memenuhi persyaratan karantina, selanjutnya benih tersebut akan dilakukan penolakan dan tindakan pemusnahan.

"Apabila pemilik tidak dapat memenuhi persyaratannya, maka akan kami tolak atau musnahkan," tambah Sigit.

Dengan maraknya penjualan online seperti sekarang ini sangat berpeluang besar terhadap lalulintas benih ilegal. Ini merupakan tantangan besar bagi Petugas Karantina untuk lebih meningkatkan pengawasan dipintu pemasukan dan pengeluaran.