Daftar Isi

Penahanan 268 Bungkus Benih oleh Karantina Banjarmasin

Berita
aan 07-23-18 Save as pdf

Laboratorium Karantina Banjarmasin Kembali Meraih Akreditasi ISO 17025:2005

Berita
aan 07-20-18 Save as pdf

Karantina Banjarmasin
Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Berita
aan 05-30-18 Save as pdf

Re-assessment ISO 17025:2008 Laboratorium
Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

Berita
yuni 04-04-18 Save as pdf

Petugas Karantina Mengamankan Bibit Kelapa Sawit dari KM. NIKI SAE

Berita
lulus 03-30-18 Save as pdf

Kunjungan BUTTMKP ke Balai Karantina Kelas I Banjarmasin Terkait Kerjasama Perkarantinaan

Berita
lulus 03-20-18 Save as pdf

Petugas Karantina Banjarmasin Lakukan Pemantauan Pada Tanaman Karet dan Padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Berita
lulus 03-16-18 Save as pdf

Penyidikan Pengiriman Burung Ilegal oleh Penyidik Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

Berita
lulus 03-5-18 Save as pdf

Coffee Morning Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dalam rangka Koordinasi bersama Instansi Terkait

Berita
rima 02-28-18 Save as pdf

Awali tahun 2018, Karantina Banjarmasin Gelar Evaluasi Kinerja Tahun 2017 dan Rapat Konsolidasi Tahun 2018

Berita
rima 02-01-18 Save as pdf
Berita

Penahanan 268 Bungkus Benih oleh Karantina Banjarmasin

aan Adriadi Hentarto, SP 07-23-18 Save as pdf

Banjarmasin ( 23/07/2018 ) , Sebanyak 268 bungkus benih impor ilegal yang terdiri dari berbagai benih, antara lain tanaman hias (anggrek, bonsai), sayur - sayuran (tomat, kubis) dan buah - buahan (jeruk, anggur, strawberi dan semangka) yang berasal dari Malaysia, Jerman, Thailand, India dan Laos ditahan oleh Karantina Banjarmasin.

Penahanan impor benih itu dilakukan petugas Karantina Banjarmasin, Wilayah Kerja Bandara Syamsudin Noor di Kantor Pos Landasan Ulin. Hal ini merupakan hasil koordinasi yang baik dengan Petugas Bea dan Cukai dalam hal ini diwakili oleh Sayuti, yang bertugas di Kantor Pos Landasan Ulin, Banjarbaru (23/07/2018).

Semua benih tersebut dikirim dalam 14 paket kiriman dengan penerima yang berbeda - beda. Jumlah benih dalam setiap bungkusnya beragam, kisaran antara 50 sampai 400 biji atau seberat 50 sampai 200 gram per bungkusnya.

Drh. Umar Suryanaga, penanggung jawab Wilayah Kerja Syamsudin Noor yang didampingi oleh Sigit Arie Wibowo, SP dan Rekan lainnya, langsung melakukan pemeriksaan terhadap benih impor ilegal tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut petugas mengambil keputusan untuk melakukan tindakan penahanan.

Penahanan tersebut dikarenakan tidak terpenuhinya persyaratan karantina yang diwajibkan, seperti Phytosanitary Certificate (PC) dari negara asal dan Surat Ijin Pemasukan (SIP) Menteri Pertanian dan dikhawatirkan membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

"Karena persyaratan administrasi seperti, PC dan SIPMentan tidak ada maka kami tahan benih ilegal ini," ujar Umar.

Menurut Sigit benih yang ditahan tersebut, bila pemiliknya tidak dapat memenuhi persyaratan karantina, selanjutnya benih tersebut akan dilakukan penolakan dan tindakan pemusnahan.

"Apabila pemilik tidak dapat memenuhi persyaratannya, maka akan kami tolak atau musnahkan," tambah Sigit.

Dengan maraknya penjualan online seperti sekarang ini sangat berpeluang besar terhadap lalulintas benih ilegal. Ini merupakan tantangan besar bagi Petugas Karantina untuk lebih meningkatkan pengawasan dipintu pemasukan dan pengeluaran.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Laboratorium Karantina Banjarmasin Kembali Meraih Akreditasi ISO 17025:2005

aan Adriadi Hentarto, SP 07-20-18 Save as pdf

Banjarmasin ( 20/07/2018 ) , Laboratorium Karantina Banjarmasin kembali menerima sertifikat akreditasi sebagai laboratorium penguji berdasarkan ISO 17025:2005, dengan nomor LP 867 IDN. Sertifikat akreditasi ini akan berlaku hingga 22 Mei 2022.

"Ini bukti komitmen kami dalam memberikan hasil pengujian laboratorium yang akurat, dan demi meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat," kata Kepala Karantina Banjarmasin, drh. Achmad Gozali, MM, saat menerima sertifikat ISO 17025:2005 (20/07).

Laboratorium Karantina Banjarmasin tercatat sejak tanggal 26 November 2014, telah ditetapkan untuk pertama kalinya sebagai laboratorium penguji berstandar ISO 17025:2005. Pada tanggal 23 Mei 2018 kemarin kembali ditetapkan akreditasi untuk periode keduanya, yang sebelumnya pada tanggal 2 s/d 3 April 2018, telah dilakukan asesmen dari Komite Akreditasi Nasional.

Ruang lingkup akreditasi meliputi uji RBT, TPC, HA, HI, AI, ND di laboratorium karantina hewan, sedangkan di laboratorium karantina tumbuhan meliputi uji Fusarium solani secara morfologi, dan identifikasi lalat buah Bactrocera spp. (Bactrocera occipitalis, Bactrocera carambolae, Bactrocera papayae, Bactrocera umbrossa, Bactrocera albistrigata) secara morfologi.

Menurut keterangan penanggung jawab laboratorium, Lilis Suryani, SP, MP. Kedepan Laboratorium Karantina Banjarmasin berencana akan menambahkan ruang lingkup akreditasi sebagai bentuk dukungan penuh kepada pelayanan sertifikasi baik itu karantina hewan dan tumbuhan.

"Kedepannya kami akan meningkatkan pelayanan sertifikasi, dengan cara menambah ruang lingkup akreditasi laboratorium di bidang karantina hewan dan tumbuhan," tutup Lilis.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Karantina Banjarmasin
Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

aan Adriadi Hentarto, SP 05-30-18 Save as pdf

Banjarmasin (30/05/2018) , Dalam rangka menyemarakan kegiatan Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Keluarga besar Karantina Banjarmasin mengadakan buka puasa bersama yang dihadiri oleh seluruh pegawai beserta keluarga, pensiunan dan anak yatim piatu. Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala Balai.
Dalam sambutannya Drh. Achmad Gozali, MM, menyampaikan bahwa dengan kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan dapat meningkatkan tali silaturahmi sesama pegawai dan sebagai bentuk kepedulian Karantina Banjarmasin terhadap anak yatim piatu.
“ Dengan acara ini saya harap dapat meningkatkan tali silaturahmi dan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap anak yatim piatu “, ujar Gozali.
Acara ini pun diisi dengan tausiah keagamaan yang di sampaikan oleh ustad H.M.Rusdi. Dalam tausiahnya beliau menyampaikan hal - hal yang membatalkan puasa dan keistimewaan bulan suci Ramadhan.
“ Maka sia - sialah puasa anda jika melakukan hal - hal yang dilarang oleh Allah SWT, mari tingkatkan nilai ibadah kita dibulan yang suci ini “, kata Rusdi.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim piatu dan diakhiri dengan makan bersama. Terasa sekali rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara pegawai dan semua yang hadir dalam acara tersebut.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Re-assessment ISO 17025:2008 Laboratorium
Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

lulus Yuni Widiastuti, S.Si 04-04-18 Save as pdf

Banjarmasin (04/04/18).Dalam rangka memperpanjang status akreditasi ISO 17025:2008, laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin telah melaksanakan Re-assessment atau penilaian diperbaharui oleh Komite Akreditasi Nasional. Penilaian dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 2 dan 3 April 2018. Bertindak sebagai asesor adalah Dr. Rosmawaty Peranginangin (Asesor Kepala) dan Endah Primaningsih, S. Pd.

Laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin telah terakreditasi oleh KAN sejak 26 November 2014 dengan nomor LP867IDN. Hingga saat ini, ruang lingkup pengujian laboratorium yang telah diakreditasi mencakup uji RBT (Rose Bengal Test), TPC (Total Plate Count), HA HI AI (Avian Influenza) dan HA HI ND (Newcastle Disease) untuk Karantina Hewan. Sedangkan untuk Karantina Tumbuhan meliputi Fusarium solani, Bactrocera umbrosa, B. albistrigata, B. carambolae, B. papayae dan B. occipitalis. Pelaksanaan penilaian dilakukan terhadap penerapan sistem manajemen mutu, yaitu Kesesuaian Implementasi Laboratorium terhadap Persyaratan Manajemen Mutu SNI-ISO/IEC 17025 -2008 dan Kesesuaian Implementasi Laboratorium terhadap Persyaratan Teknis SNI-ISO/IEC 17025 -2008.

Saat penutupan, Rosmawaty menyampaikan bahwa secara keseluruhan laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin telah dengan konsisten melaksanakan persyaratan sistem manajemen mutu ISO 17025:2008, namun pada saat penilaian masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian yang memerlukan perbaikan.

Laboratorium Karantina Banjarmasin berkomitmen untuk segera menyelesaikan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian tersebut dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, sehingga akreditasi laboratorium dapat dipertahankan. Selain itu juga untuk memenuhi sebagai laboratorium yang senantiasa melakukan peningkatan yang berkelanjutan. Hal ini tentu saja untuk terus memberikan jaminan mutu terhadap hasil pengujian laboratorium.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Petugas Karantina Mengamankan Bibit Kelapa Sawit dari KM. NIKI SAE

lulus Lulus Riyanti, S.IP 03-30-18 Save as pdf

Banjarmasin (03/30/18).Hari Kamis tanggal 29 Maret 2018 Petugas Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin wilker Pelabuhan laut Tri Sakti sekira jam 20.30 wita melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap muatan KM.NIKI SAE yang berangkat dari Surabaya , malam itu KM NIKI SAE sandar lebih awal dari jadwal yang seharusnya JAM 21.00 wita.

Setelah kapal sandar segera petugas melakukan pengawasan terhadap bawaan penumpang yang turun, seperti hari biasa penumpang yang turun di pelauhan Tri Sakti tidak begitu banyak, setelah selesai melakukan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang petugas melanjutkan pemeriksaan di atas alat angkut Truck , hal ini dilakukan guna memastikan tidak adanya barang bawaan penumpang yang dititipkan oleh pemiliknya kepada sopir truck untuk menghindari pemeriksaan petugas karantina,

Malam itu seperti biasa ada komoditi wajib periksa HPHK / OPTK yang dilaporkan oleh pengemudi kepada petugas karantina, salah satunya sopir pembawa media pembawa Telur konsumsi dengan nomor Pol. DA 1925 TN yang dikemudikan oleh sdr Bachtiar melaporkan kepada petugas karantina dan menyerahkan dokumen ( Sertifikat Kesehatan ) dan melaporkan ada membawa/ titipan orang sejumlah 1 ( satu ) box bibit KELAPA SAWIT dengan penerima sdr Darma Surya Manurung dengan tujuan Serongga – Kabupaten Tanah Laut, dan malam itu sudah ada yang menjemput barang tersebut yaitu sdr DARWIS SITORUS, kepada yang bersangkutan ( sdr Darwis Sitorus ) petugas karantina memberikan penjelasan bahwa bibit kelapa Sawit belum dapat dibawa guna dilakukan Tindakan Karantina lebih lanjut. Bahwa Bibit Kelapa Sawit belum sepenuhnya memenuhi persyaratan administrasi dan diduga pengirimannya menggunakan dokumen karantina palsu.

Petugas Karantina masih melakukan pengumpulan informasi terkait asal usul bibit kelapa sawit tersebut, serta mencari pihak yang memalsukan dokumen karantina. Disinyalir bahwa pengiriman Bibit Kelapa Sawit ini sudah berlangsung lama, dengan modus pemilik/pengirim menitipkan kepada sopir angkutan barang mulai dari Sumatera terus menyeberang lewat Bakauhuni – Merak- Tanjung Perak Surabaya – lanjut Tri Sakti Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Kunjungan BUTTMKP ke Balai Karantina Kelas I Banjarmasin
Terkait Kerjasama Perkarantinaan

lulus Adriadi Hentarto, SP 03-20-18 Save as pdf

Banjarmasin (03/20/18).Karantina Banjarmasin kedatangan tamu dari Tim Pelaksana Jejaring Kerjasama Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP). Acara yang berlangsung dari tanggal 20 s/d 22 maret 2018, dan bertempat di Aula BKP Kelas I Banjarmasin ini dihadiri oleh para pejabat struktural dan fungsional lingkup BKP Kelas I Banjarmasin. Pada kesempatan ini Kepala Balai menyampaikan “ Diharapkan dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan penguatan sistem perkarantinaan antara BUTTMKP dan Balai Karantina Kelas I Banjarmasin “ ujar Achmad Gozali.

Disampaikan oleh Sdra. Irfan, ini merupakan kali pertama BUTTMKP terjun langsung ke UPT yang ada di seluruh Indonesia, dengan maksud untuk menawarkan kerjasama dalam kegiatan terkait pengembangan uji terap dan metoda karantina berbasis standar internasional sesuai dengan visi BUTTMKP, “Kami menurunkan enam belas tim yang tersebar di beberapa UPT Karantina yang ada di Indonesia “ ujar irfan.

Mari kita dukung langkah positif ini, untuk lebih meningkatkan penguatan teknik dan metode perkarantinaan berbasis internasional.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Petugas Karantina Banjarmasin Lakukan Pemantauan Pada Tanaman Karet dan Padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara

lulus Adriadi Hentarto, SP 03-16-18 Save as pdf

Banjarmasin (03/16/18).Karantina Banjarmasin melakukan pemantauan OPT/OPTK yang dilakukan oleh tiga orang petugas Karantina Tumbuhan di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan pemantauan karantina tumbuhan ini dimulai dari tanggal 12 s/d 16 Maret 2018, dengan target pemantauan yaitu pada tanaman karet Microcyclus ulei (A1), dan tanaman padi yaitu Dickeya chrysanthemi (A1), Meloidogyne graminicola (A2), Paraeucosmetus pailicornis (A2) , sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian No. 2013/KR.020/K/1/2018 tentang Arahan Pemantauan OPT/OPTK 2018.

Dengan pemantauan ini diharapkan informasi terkait jenis – jenis OPT/OPTK (Organisasi Pengganggu Tumbuhan Karantina) dan ciri – ciri gejala yang disebabkan oleh OPT/OPTK pada tanaman karet dan padi dapat disosialisasikan kepada petani agar pengetahuan tentang jenis-jenis OPT/OPTK bertambah, sehingga memudahkan untuk tindakan pengendalian. Di samping itu, informasi mengenai OPT/OPTK memudahkan instansi terkait untuk membantu melaksanakan pemantauan di lapangan setiap saat.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Penyidikan Pengiriman Burung Ilegal oleh Penyidik Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

lulus Lulus Riyanto, S.IP 03-5-18 Save as pdf

Banjarmasin (03/5/18).Pada hari Sabtu Tanggal 3 Maret, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin mendapat laporan terkait adanya penolakan burung yang berasal dari bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin dari petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, para Penyidik Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin langsung bergerak melakukan upaya penegakan hukum sebagaimana yang tertuang dalam Undang – Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan,Ikan dan Tumbuhan.

Dihari yang sama, hari Sabtu Tanggal 3 Maret 2018 Pukul 15.30 wita , setelah tiba dari Yogyakarta burung burung tersebut langsung dilakukan penyitaan oleh Tim Penyidik Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang di pimpin oleh sdr Edi Susanto,S.IP, disaksikan oleh petugas Security Bandara, adapun jumlah burung yang dikirimkan sejumlah 93 (sembilan puluh tiga) ekor terdiri dari jenis burung : ( burung anis kembang 81 ekor, burung cucak hijau 10 ekor dan burung murai batu 2 ekor ) Pelaku pengiriman burung – burung tersebut merupakan pemain lama yang sudah tahu betul akan seluk beluk perihal aturan pengiriman burung, menurut pengakuan pelaku juga membuka jasa pengiriman hewan antar pulau.

Menurut dugaan penyidik hal ini merupakan modus lama yang mereka lakukan dengan cara mengirimkan hewan yang dilaporkan kepada petugas karantina dengan yang dikirimkan tidak sesuai baik dari segi jumlah maupun jenis hewannya. Pelaku diancam pidana karantina hewan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (1) jo. Pasal 6 huruf a dan c, Pasal 9 ayat (1) Undang-undang No, 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. PASAL 31 Ayat ( 1 ) Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan – ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 21, dan Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3(tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- ( Seratus lima puluh juta rupiah ).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin drh Achmad Gozali,MM menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta menjaga kelestarian sumber daya alam, ekosistem dari serangan hama penyakit hewan karantina maupun organisme pengganggu tumbuhan karantina ( HPHK/OPTK ).

Salah satu peran serta masyarakat dapat diwujudkan dalam kesadaran agar setiap melalu-lintaskaan hewan maupun tumbuhan agar melapor kepada Petugas Karantina ditempat – tempat pemasukan dan pengeluaran.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Coffee Morning Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dalam rangka Koordinasi bersama Instansi Terkait

sigit Sigit Ariwibowo 02-28-18 Save as pdf

Banjarbaru (02/28/18). Guna menjalin sinergitas dan mengoptimalkan koordinasi untuk menyatukan langkah dalam pelaksanaan tugas perkarantinaan di wilayah Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjamasin melakukan coffee morning pada 28 Februari 2018 di Ruang Rapat Kantor Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan instansi lingkup Bandara Syamsudin Noor : Perwakilan PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, PT Angkasa Pura Logistic, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin. Ekspedisi Muatan Pesawat Udara Cargo Bandara Syamsudin Noor (PT Surya Gita Nusantara, PT Dharma Bandar Mandiri, PT Global, PT Harapan Mandiri Yunawi), PT Pos Banjarmasin, PT TIKI dan pengguna jasa Karantina Lainnya.

Acara coffee morning diisi dengan sosialisasi Karantina Pertanian oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjamasin Bapak drh. Achmad Gozali, MM. Lalu dilanjutkan diskusi yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Bapak Edi Susanto, S.IP. Dalam forum diskusi setiap perwakilan undangan diminta menyampaikan permasalahan ataupun saran terkaitan dengan kegiatan perkarantinaan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Beberapa permasalahan yang mengemuka dalam forum diskusi tersebut diantaranya terkait tarif PNBP di lingkungan Kementan, Jam layanan di Kantor Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara Syamsudin Noor, pentingnya meningkatkan sosialisasi perkarantinaan di area Bandara Syamsudin Noor.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Awali tahun 2018, Karantina Banjarmasin Gelar Evaluasi Kinerja Tahun 2017 dan Rapat Konsolidasi Tahun 2018

author-lilis Andi Natalesmana, SP. 02-01-18 Save as pdf

Banjarmasin (02/01/18). Mengawali tahun 2018, Karantina Banjarmasin gelar evaluasi kinerja tahun 2017 dan rapat konsolidasi tahun 2018. Rapat berlangsung di Aula Kantor Karantina Banjarmasin dan dihadiri dihadiri oleh seluruh pejabat struktural dan pejabat fungsional lingkup Karantina Banjarmasin. Rapat dipimpim oleh Kepala Karantina Banjarmasin, drh. Achmad Gozali, MM dan dipandu oleh Kasubag Tata Usaha, Sri Wiharti.

Rapat diawali dengan evaluasi kinerja pada tahun 2017 kemudian membahas berbagai agenda yang akan dilakukan pada tahun 2018. Selain itu, kegiatan rapat diawal tahun 2018 merupakan sarana dalam mengkonsolidasikan serta menyamakan misi dan visi dalam menghadapi tantangan di tahun 2018. Kepala Karantina Banjarmasin, drh. Achmad Gozali, MM., mengamanatkan kepada seluruh pegawai Karantina Banjarmasin untuk lebih siap lagi dan lebih meningkatkan kedisiplinan di tahun 2018 ini. Beliau juga berpesan agar jangan merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih selama tahun 2017, namun harus lebih meningkatkan semangat dan performa kerja.

Lihat dokumentasi kegiatan.