Daftar Isi

Survailen Kedua Laboratorium BKP Banjarmasin

Laboratorium
Lilis Suryani, SP. MP. 07-10-16 Save as pdf

Audit Internal Sistem Manajemen Mutu 2016

Laboratorium
Ani Yuliani, SP 01-08-16 Save as pdf

Presentasi Hasil Kegiatan Diseminasi/Pelatihan

Diseminasi
Akhmad Fauzi 12-05-16 Save as pdf

Seminar Hasil Pemantauan HPHK Tahun 2016

Seminar
Akhmad Fauzi 12-05-16 Save as pdf

Sidang Kasus Pelanggaran Terhadap Peraturan Perkarantinaan

Wasdak
author-lulus 01-04-16 Save as pdf

Uji Nitrit Sarang Burung Walet Dengan Metode Uji Cepat

Inhouse Training
author-rima 09-03-16 Save as pdf

Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Karet

Inhouse Training
author-adriadi 05-03-16 Save as pdf

Pengujian Lab Deteksi pada Kambing dengan Metode RBT

Bimbingan Teknis
author-rima 03-03-16 Save as pdf
Laboratorium

Survailen Kedua Laboratorium BKP Banjarmasin

author-lulus Lilis Suryani, SP. MP 07-10-16 Save as pdf

Banjarmasin (07/10/16). Laboratorium uji BKP Kelas I Banjarmasin merupakan salah satu sarana pendukung kegiatan tindakan karantina tumbuhan dan hewan. Laboratorium merupakan fasilitas yang sangat penting bagi penyelenggaraan karantina karena hasil pemeriksaan di laboratorium akan menentukan keputusan yang akan diambil tentang bebas tidaknya suatu media pembawa dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) atau Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin terdiri atas laboratorium Karantina Hewan dan laboratorium Karantina Tumbuhan. Laboratorium Karantina Tumbuhan terdiri dari ruang mikologi, preparasi, rearing dan entomologi. Jenis pengujian yang dilakukan ialah identifikasi cendawan, bakteri, serangga, dan nematoda. Laboratorium Karantina Hewan terdiri atas ruang keamanan hayati, ruang serologi, dan ruang parasitologi. Jenis pengujian yang mampu dilakukan ialah uji cemaran mikroba, uji HA-HI AI dan ND, RBT, uji pewarnaan gram dan giemsa, deteksi residu nitrit pada sarang burung walet, deteksi residu formalin borak pada daging dan olahannya, serta uji native parasit eksternal dan internal.

Dalam rangka memenuhi sistem manajemen mutu sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008, laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin terus melakukan pembenahan baik dari segi administrasi, teknis maupun sumber daya manusia. Laboratorium yang terakreditasi dapat menjamin tingkat ketelitian, akurasi dan validitasnya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga akan meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap hasil pengujian yang dilakukan oleh Laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin.

Pada tanggal 26 November 2014 Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah terakreditasi sebagai laboratorium penguji dengan nomor LP-867-IDN dengan ruang lingkup pengujian TPC dan RBT di laboratorium Karantina Hewan, dan identifikasi Fusarium solani secara morfologi di laboratorium Karantina Tumbuhan. Masa akreditasi berlaku sampai dengan 25 November 2018. Pada tanggal 01 Februari 2016 ditetapkan penambahan ruang lingkup akreditasi yaitu uji titer antibody Avian Influenza dan Uji titer antibody Newcastle Disease di laboratorium Karantina Hewan dan identifikasi lalat buah Bactrocera spp. (Bactrocera papayae, Bactrocera carambolae, Bactrocera umbrossa, Bactrocera albistrigata dan Bactrocera occipitalis) di laboratorium Karantina Tumbuhan.

Dalam rangka mempertahankan status akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2008 di Laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin yang diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional, maka pada tahun 2016 dilaksanakan survailen kedua. Survailen dilaksanakan pada tanggal 07 Oktober 2016 dengan asesor kepala Dr. Sukenda dan asesor anggota Dewi Taliroso. Pembukaan survailen dilakukan oleh Manajer Puncak yang sekaligus Kepala BKP Kelas I Banjarmasin drh. Achmad Gozali, MM. dilanjutkan dengan arahan dari Asesor Kepala Dr. Sukenda tentang tahapan survailen, selain itu asesor anggota Dewi Taliroso juga menambahkan penjelasan tentang kegiatan survailen yang akan dilaksanakan. Pertemuan pembukaan ini diikuti oleh Manajer Mutu, Manajer Administrasi, Manajer Teknis Karantina Hewan, dan Manajer Teknis Karantina Tumbuhan, analis, penyelia, staf administrasi, staf mutu, dan pejabat fungsional.

Pada survailen kedua ini, penilaian aspek mutu dan administrasi dilakukan oleh auditor Dr. Sukenda dengan audite Lilis Suryani, SP. MP. dan Rahmi Rizkia Rini, S. Si. Penilaian aspek teknis Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan dengan auditor Dewi Taliroso dengan audite drh. Rima Hasmi Firdiyati, Ani Yuliani, SP, Hasriani Sannang, SP., dan Mifi Tri Rahayu. Pada closing meeting, asesor kepala menjelaskan temuan sebanyak 8 butir yang harus diselesaikan paling lambat 17 November 2016. Temuan telah diperbaiki dan semuanya dinyatakan memenuhi pada tanggal 17 Oktober 2016. Permohonan penambahan penandatangan sertifikat hasil pengujian juga telah disetujui oleh Komite Akreditasi Nasional. Pada tanggal 22 November 2016, Komite Akreditasi Nasional memutuskan untuk mempertahankan status akreditasi sesuai ruang lingkup yang terakreditasi dengan nomor LP 867 IDN. Jumlah temuan dari tahun 2014, 2015, dan 2016 semakin sedikit dan waktu penyelesaian temuan semakin singkat. Hal tersebut menunjukkan bahwa laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin konsisten menerapkan SMM berdasarkan ISO 17025:2005.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Laboratorium

Audit Internal Sistem Manajemen Mutu 2016

author-lulus Ani Yuliani, SP 01-08-16 Save as pdf

Banjarmasin (01/08/16). Audit merupakan proses yang sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit (audit evidence), dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menetapkan tingkat pemenuhan kriteria audit. Audit internal merupakan suatu penilaian atas keyakinan, independen, obyektif dan aktivitas konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan efektivitas organisasi., membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola.

Audit internal merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh instansi sebagai bentuk refleksi evaluasi diri yang dilakukan oleh instansi itu sendiri. Audit internal ini dimaksudkan untuk meninjau tingkat kesesuaian dan efektifitas penerapan Sistem Manajemen Mutu yang telah ditetapkan dan menjadi dasar arah strategi dan sasaran mutu instansi yang ingin dicapai dan tertuang dalam Panduan Mutu. Proses Audit internal berfungsi sebagai alat manajemen untuk assesmen mandiri terhadap semua proses atau kegiatan yang telah diselenggarakan oleh instansi dan ditunjuk dalam Sistem Manajemen Mutu. Proses Audit Internal dengan menyediakan perangkat untuk memperoleh bukti objektif bahwa persyaratan klausul-klausul SNI ISO IEC 17025:2008 yang ada telah dipenuhi, karena Audit internal menilai keefektifan dan efisiensi implementasi SMM SNI ISO 17025:2008.

Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah melakukan audit internal periode 2016 pada tanggal 28 Juli-01 Agustus 2016, sebagai wujud implementasi sistem manajemen mutu laboratorium sehingga semua jajaran manajer dan personel laboratorium mampu memahami dan mengimplementasikan sistem manajemen mutu secara benar. Pembukaan dan penutupan Audit internal dihadiri oleh jajaran manajer, analis, penyelia, staf mutu dan staf administrasi. Pembukaan dipimpin oleh Manajer Mutu, dilanjutkan dengan pengarahan dari Manajer Puncak. Kegiatan Audit internal dilakukan secara silang.

Penutupan audit internal dilakukan pada tanggal 01 Agustus 2016 untuk menyampaikan temuan ketidaksesuaian yaitu satu temuan untuk audit pada Manajer Puncak, duatemuan untuk audit pada Manajer Mutu, dua temuan untuk audit pada laboratorium Karantina Hewan, dua temuan untuk audit pada laboratorium Karantina Tumbuhan, dan satu temuan pada administrasi. Hasil temuan ketidaksesuaian dilaporkan oleh audite selanjutnya dilakukan identifikasi permasalahan. Manajer mutu berkoordinasi dengan Manajer Teknis Karantina Hewan dan Manajer Teknis Karantina Tumbuhan, serta Manajer Administrasi dalam mengidentifikasi permasalahan selanjutnya dilakukan pembagian tugas perbaikan hasil temuan ketidaksesuaian. Waktu penyelesaian dari tiap-tiap temuan bervariasi. Laporan tindakan perbaikan diverifikasi oleh Manajer Mutu dan semuanya telah disetujui pada tanggal 15 Agustus 2015.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Seminar

Hasil Kegiatan Diseminasi/Pelatihan

author-lulus Akhmad Fauzi 12-05-16 Save as pdf

Banjarmasin (12/05). Pada hari Kamis, tanggal 12 Mei 2016 bertempat di Aula Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin diselenggarakan kegiatan presentasi hasil kegiatan Diseminasi/Pelatihan yang telah diikuti oleh Pejabat Fungsional Medik dan Paramedik Veteriner.

Kegiatan ini bertujuan untuk transfer ilmu dan sebagai ajang diskusi serta juga diharapkan bagi yang tidak mengikuti diseminasi/pelatihan mendapatkan ilmu dan pemahaman yang sama dengan yang mengikuti diseminasi/pelatihan. Pada kegiatan diseminasi ini disampaikan oleh beberapa narasumber diantaranya: drh. Yuswandi tentang Perhitungan Kebutuhan Dan Uji Kompetensi Bidang Karantina Pertanian. Dalam penyampaian materi juga disampaikan mengenai tata cara perhitungan kebutuhan pegawai, Rancangan Pelaksanaan Uji Kompetensi, Rencana Permenpan & RB tentang Jabatan Fungsional Bidang Karantina Pertanian dan Jabatan dalam Aparatur Sipil Negara. Iwan Budianto, A.Md, tentang Teknik Pengambilan Sampel dan Pengujian Sampel Kulit pada kulit mentah, kulit setengah jadi, kulit tersamak dan kulit jadi. Suci Fitriyani dan Mifi Tri Rahayu tentang Kebijakan Regional Pemberantasan dan Pembebasan Penyakit Strategis/Zoonosa dan mengenai Cara Pengambilan serta Penanganan sampel untuk Diagnosa Penyakit pada kegiatan Diseminasi Paramedik Veteriner Se-Kalimantan tahun 2016.

Bapak Kepala Balai menyampaikan arahan agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga didapatkan hasil dan ilmu yang bermanfaat bagi seluruh Pejabat Fungsional Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Seminar

Hasil Pemantauan HPHK Tahun Anggaran 2016

author-lulus Akhmad Fauzi 12-05-16 Save as pdf

Banjarmasin (12/05). Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan Seminar Hasil Pemantauan HPHK Tahun 2016. Acara yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2016 bertempat di Aula BKP Kelas I Banjarmasin, dibuka langsung oleh Kepala Balai drh. Achmad Gozali, MM dipandu oleh Kepala Seksi Karantina Hewan drh. Isrokal serta dihadiri oleh Pejabat Fungsional Karantina Hewan.

Kegiatan Seminar Hasil Pemantauan HPHK Tahun Anggran 2016 ini diselenggarakan untuk menginformasikan peta status dan situasi HPHK yang ada di wilayah kerja Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas 1 Banjarmasin. Adapun data yang diperoleh bersumber dari 10 instansi, yang terdiri dari Dinas Peternakan Propinsi Kalimantan Selatan, dari Balai Veteriner Banjarbaru dan Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara di Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin.

Materi Seminar Hasil Pemantauan HPHK Tahun Anggaran 2016 disampaikan oleh drh. Fatimah Ratih Puspitowati selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam presentasinya disampaikan bahwa berdasarkan data yang diambil di lapangan diperoleh sejumlah HPHK seperti AI, BVD, Brucellosis, Surra, Babesiosis, ORF, IBR, Jembrana, Trypanosomiasis, ND, Canine Parvo Virus, Demodecosis.

Dalam sambutannya Kepala Balai memberikan arahannya diperlukan sinkronisasi kebijakan dari Badan Karantina Pertanian dengan hasil yang didapat di lapangan pada kegiatan pemantaun HPHK. Beliau juga berharap data yang didapat bisa dijadikan acuan untuk kegiatan di pemantauan tahun depan. Hasil dari Seminar Pemantauan HPHK Lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin ini akan dipresentasikan di Seminar Regional Tahap I yang akan berlangsung tanggal 16 – 18 Mei 2016 di Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Wasdak

Sidang Kasus Pelanggaran Terhadap Peraturan Perkarantinaan

author-lulus Lulus Riyanto, S.IP 01-04-16 Save as pdf

Banjarmasin (01/04). Pada hari Senin tanggal 31 Maret 2016 bertempat di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Banjarmasin di gelar sidang pertama kasus pelanggaran terhadap peraturan perkarantinaan dalam hal ini mengenai pemasukan telur konsumsi ilegal yang berasal dari Surabaya. Sidang dimulai pada pukul 10.20 WITA dipimpin oleh Hakim Ketua Ajidinnur, SH. MH., Hakim anggota Herlangga Atmadja, SH. dan Teguh Santoso, SH., Jaksa Penuntut Umum Rahmawati, SH. serta Panitera.

Terdakwa Sdr. Heri Suwito didampingi oleh Pengacara dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Lambung Mangkurat sdr. Ishfi Ramadhan, SH. MH., didakwa melanggar Undang Undang RI No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Pasal 31 jo Pasal 6 huruf a dan c Pasal 9 Ayat 1.

Pada sidang tersebut dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dipanggil sebagai saksi yaitu: Penyidik sdr. Lulus Riyanto, S.IP, Medik Veteriner sdr. drh. Fatimah Ratih Puspitowati dan Pejabat Fungsional POPT sdr. Andi Natalesmana, SP.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Inhouse Training

Uji Nitrit Sarang Burung Walet Dengan Metode Uji Cepat

author-rima drh. Rima H. Firdiati 09-03-16 Save as pdf

Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah menyelenggarakan Inhouse Training Uji Nitrit pada Sarang Burung Walet dengan Metode Uji Cepat pada Tindakan Pemeriksaan Karantina Hewan pada tanggal 7-8 Maret 2016 sekaligus kegiatan Bimbingan Teknis Eksternal dari Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP).

Inhouse Training Uji Nitrit pada Sarang Burung Walet dengan Metode Uji Cepat pada Tindakan Pemeriksaan Karantina Hewan yang dilaksanakan sebagai salah satu tahapan untuk persiapan penambahan ruang lingkup akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2008 mengingat tingginya frekuensi lalu lintas sarang burung walet di wilayah Kalimantan Selatan. Inhouse Training Uji Nitrit pada Sarang Burung Walet dengan Metode Uji Cepat pada Tindakan Pemeriksaan Karantina Hewan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia terkait ruang lingkup pengujian di Laboratorium Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang sudah ditetapkan sebagai laboratorium terakreditasi oleh KAN pada tanggal 26 November 2014 dengan nomor akreditasi LP-867-IDN dengan ruang lingkup TPC dan RBT.

Ibu Sri Wiharti Pgs. kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin selaku Manajer Puncak membuka kegiatan Inhouse Training Uji Nitrit pada Sarang Burung Walet dengan Metode Uji Cepat pada Tindakan Pemeriksaan Karantina Hewan dengan narasumber Mohammad Khotib S.Si, M.Si dari Institut Pertanian Bogor dan Ilham Maulana A.Md. dari BBUSKP yang di hadiri manajer Administrasi, Manajer Mutu, Manajer Teknis Karantina Hewan dan seluruh pejabat fungsional Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin. Dalam kegiatan ini, penghitungan nitrit pada sarang burung walet selain menggunakan perhitungan secara konvensional juga menggunakan hasil perhitungan dari spectofotometri. Sehingga peserta dapat membandingkan hasil dari korelasi kedua metode tersebut.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan nantinya laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin memiliki standar pelayanan mutu pengujian Uji Nitrit pada Sarang Burung Walet dengan Metode Uji Cepat pada Tindakan Pemeriksaan Karantina Hewan sesuai dengan metode dan persyaratan OIE 2014 yang telah ditetapkan sehingga menjadi instansi penyelenggara jasa yang kredibel melalui jaminan keakuratan setiap sertifikat kesehatan karantina yang diterbitkan.(Rima)

Lihat dokumentasi kegiatan.

Inhouse Training

Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Karet

author-adriadi Adriadi Hentarto, SP 05-03-16 Save as pdf

Banjarmasin (05/3). Setelah mendapatkan akreditasi sebagai laboratorium penguji lingkup identifikasi Fusarium solani dari Komite Akreditasi Nasional, laboratorium Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Banjarmasin berencana akan menambah ruang lingkup pengujian mengenai identifikasi cendawan Ceratocystis fimbriata yang merupakan OPTK A2 pada tanaman karet. Guna mewujudkan penambahan ruang lingkup pengujian tersebut, laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin pada tanggal 2-4 Maret 2016 mengadakan inhouse training identifikasi OPT/OPTK pada tanaman karet. Selain untuk penambahan ruang lingkup pengujian, kegiatan inhouse training ini sangat diperlukan agar pengetahuan petugas laboratorium dalam mengindentifikasi OPT/OPTK pada karet dapat terus meningkat.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr. Ir. Ummu Salamah Rustiani, M.Si dan Aprida Cristin, SP, M.Si dari Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian serta Dr. Ir. Hj. Mariana, MP dari akademisi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Acara yang dihadiri oleh seluruh pejabat fungsional pengendali organismen pengganggu tumbuhan (POPT) BKP Kelas I Banjarmasin dan acara dibuka oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, drh. Sri Hanum.

Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan pengetahuan petugas fungsional POPT tentang berbagai macam penyakit pada tanaman karet. Kegiatan ini juga bermanfaat dalam melakukan tindakan karantina tumbuhan terhadap pemasukan jagung dari negara endemik penyakit SALB di lapangan, walaupun BKP Kelas I Banjarmasin bukan merupakan pintu pemasukan utama media pembawa tersebut, namun frekuensi pemasukan antar area dari Surabaya cukup tinggi, dimana salah satunya berasal dari negara endemis SALB seperti Brazil.

Selain pemberian materi, kegiatan lain dalam Inhouse Training ini adalah praktikum tentang cara mendeteksi dan identifikasi gejala penyakit yang disebabkan oleh Ceratocystis fimbriata, serta praktek pembuatan perangkap spora cendawan Microcyclus ulei di laboratorium Karantina Tumbuhan BKP Kelas I Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Bimbingan Teknis

Pengujian Laboratorium Deteksi pada Kambing dengan Metode Rose Bengal Test (RBT)

author-rima drh. Rima H. Firdiati 03-03-16 Save as pdf

BKP Kelas I Banjarmasin telah melaksanakan kegiatan program tahunan Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) yaitu Bimbingan Teknis Pengujian Laboratorium "Deteksi Pada Kambing dengan Metode Rose Bengal Test (RBT)" pada tanggal 29 Februari-2 Maret 2016.

Bimbingan Teknis Pengujian Laboratorium "Deteksi Pada Kambing dengan Metode Rose Bengal Test (RBT)" merupakan kegiatan Bimtek eksternal BBUSKP di Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang dilaksanakan sebagai salah satu operasional tindakan karantina Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) mengingat tingginya frekuensi lalu lintas kambing/domba wilayah Kalimantan Selatan. Bimbingan Teknis Pengujian Laboratorium "Deteksi Pada Kambing dengan Metode Rose Bengal Test (RBT)" untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang ke depannya dapat diajukan untuk penambahan ruang lingkup RBT pada kambing dan terkait ruang lingkup pengujian RBT pada sapi dan kerbau di Laboratorium Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang sudah ditetapkan sebagai laboratorium terakreditasi oleh KAN pada tanggal 26 November 2014 dengan nomor akreditasi LP-867-IDN dengan ruang lingkup RBT pada sapi dan kerbau, TPC, HA-HI AI dan HA-HI ND.

drh. Sri Hanum kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin selaku Manajer Puncak membuka kegiatan Bimbingan Teknis dengan narasumber drh. Hesti Prastanti dan Ika Sih Kartika dari Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian yang di hadiri oleh manajer Administrasi, Manajer Mutu, Manajer Teknis Karantina Hewan, Manajer Teknis Karantina Tumbuhan dan seluruh pejabat fungsional Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan nantinya laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin memiliki standar pelayanan mutu pengujian Deteksi Pada Kambing dengan Metode Rose Bengal Test (RBT) sesuai dengan metode dan persyaratan Uni Eropa yang telah ditetapkan. Sehingga Laboratorium Hewan KArantina Pertanian Kleas I Banjarmasin menjadi instansi penyelenggara jasa yang kredibel melalui jaminan keakuratan setiap sertifikat kesehatan karantina yang diterbitkan.(Rima)

Lihat dokumentasi kegiatan.