Daftar Isi

Satbinmas Polrestabes Banjarmasin dan Karantina Pertanian

Sosialisasi
author-edi 10-03-15 Save as pdf

Identifikasi Lalat Buah di BKP Kelas I Banjarmasin

Inhouse Training
author-yuni 26-02-15 Save as pdf

Pengujian Haemaglutination (HA)/Haemaglutinasi Inhibition (HI)

Inhouse Training
author-rima 19-02-15 Save as pdf

Monitoring Hama Penyakit Hewan Karantina Tahun 2014

Seminar Daerah
author-umar 12-12-14 Save as pdf

Rakor dan Public Hearing Standar Pelayanan Publik

Berita
author-andi 24-09-14 Save as pdf

Prosedur dan Tata Cara Permohonan IKH dan IKPH

Sosialisasi
author-lulus 23-09-14 Save as pdf

Pembuatan Peta Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK

Inhouse Training
author-andi 19-09-14 Save as pdf

Tindakan Karantina Hewan Terhadap Hewan Sirkus Oriental TSI

Berita
author-fatimah 25-08-14 Save as pdf

Perkarantinaan Pertanian di Pameran Kalsel Expo 2014

Sosialisasi
author-andi 22-08-14 Save as pdf

Peringatan Hari Kemerdekaan RI Tahun 2014

Berita
author-andi 19-08-14 Save as pdf

Asesmen Awal Komite Akreditasi Nasional

Berita
author-helmi 11-08-14 Save as pdf

Buka Puasa Bersama di BKP Kelas I Banjarmasin

Berita
author-helmi 19-07-14 Save as pdf

Deteksi Residu Nitrit Sarang Burung Walet

Bimbingan Teknis
author-helmi 05-05-14 Save as pdf

Pengujian TPC dan RBT

Inhouse Training
author-helmi 16-03-14 Save as pdf

Identifikasi Fusarium spp.

Inhouse Training
author-deni 10-02-14 Save as pdf

Sistem Manajemen dan Mutu Laboratorium ISO/IEC 2008:17025

Sosialisasi
author-edi 07-02-14 Apr Save as pdf

Motivasi Untuk Sukses di Tahun 2014

Berita
author-edi 05-01-14 Save as pdf
Sosialisasi

Satbinmas Polrestabes Banjarmasin dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

author-edi Edi Susanto, S.Ip 10-03-15 Save as pdf

Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin bersama anggota Satuan Binmas Polrestabes Banjarmasin melakukan apel pagi bersama pada hari Senin tanggal 9 Maret 2015 di kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin.

Sebagaimana biasa setiap pagi hari Senin dilaksanakan upacara apel pagi yang diikuti oleh seluruh pegawai lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin. Pada Senin pagi tanggal 9 Maret 2015 merupakan hari yang istimewa, karena dihadiri oleh Kepala Satbinmas Polrestabes Banjarmasin Kompol Karsidi beserta anggota. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, drh. Sri Hanum. Apel pagi Senin ini merupakan bagian dari terwujudnya sinergisitas kerja sama dan koordinasi Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dengan jajaran Kepolisian Resort Kota Banjarmasin. Memanfaatkan momentum yang baik ini, Satbinmas Polrestabes Banjarmasin menyampaikan program sosialisasi dengan nama sandi “Operasi Bina Kesuma”.

Selesai upacara apel di halaman, acara dilanjutkan berupa presentasi di dalam ruang pertemuan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dengan narasumber Kompol Karsidi. Kompol Karsidi mewakili Kapolrestabes Banjarmasin dalam pidatonya menyampaikan bahwa sasaran I Operasi Bina Kesuma ini adalah kasus penyalahgunaan narkoba, pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan, premanisme, kenakalan remaja dan penyakit masyarakat lainnya serta tugas Kepolisian secara umum. Menurut beliau bahwa Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin sebagai salah satu institusi mitra Kepolisian selanjutnya diharapkan dapat membantu Kepolisian untuk menyampaikan program ini kepada masyarakat. Karena dengan koordinasi dan kerjasama yang telah terbina selama ini, diharapkan program ini dapat terlaksana dengan sukses sebagaimana yang diharapkan. Acara diselingi dengan diskusi tanya jawab antara Kasat Binmas Polrestabes Banjarmasin dengan Petugas Karantina yang menghadiri pertemuan tersebut.

Isi diskusi terkait permasalahan terjadinya pelanggaran oleh masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan/tumbuhan, maupun pelanggaran tindak pidana umum. Tepat pukul 10.00 Wita, disertai ucapan terimakasih, acara ditutup oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, disertai pesan kepada seluruh pegawai lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin agar tetap menjaga disiplin kedinasan, tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Kedua institusi merasakan manfaat dari kegiatan ini terkait upaya meningkatkan kerjasama dan koordinasi guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dan Kepolisian Resort Kota Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Inhouse Training

Identifikasi Lalat Buah di BKP Kelas I Banjarmasin

author-yuni Yuni Widiastuti, S.Si 26-02-15 Save as pdf

Meskipun telah menerima sertifikat akreditasi, laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin senantiasa terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan, salah satunya dengan rencana penambahan ruang lingkup pengujian agar dapat menambah ruang lingkup akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2008. Inhouse training ini merupakan salah satu tahapan untuk persiapan penambahan ruang lingkup akreditasi laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin.

Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin sudah ditetapkan sebagai laboratorium yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 26 November 2014 dengan nomor akreditasi LP-867-IDN dengan ruang lingkup identifikasi cendawan Fusarium solani. Meskipun telah menerima sertifikat akreditasi, laboratorium terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan, salah satunya dengan rencana penambahan ruang lingkup pengujian agar dapat menambah ruang lingkup akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2008. Pada tahun 2015 ini, dilakukan persiapan penambahan ruang lingkup akreditasi yaitu Identifikasi Lalat Buah Bactrocera spp. Salah satu tahapan untuk persiapan penambahan ruang lingkup akreditasi adalah peningkatan kompetensi SDM melalui Inhouse Training Identifikasi Lalat Buah. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 24-25 Februari 2015 diikuti oleh pejabat fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) BKP Kelas I Banjarmasin.

Kegiatan Inhouse Training dibuka oleh kepala BKP Kelas I Banjarmasin, drh. Sri Hanum. Sebagai narasumber adalah Dr. Suputa, SP, M.Sc, pengajar sekaligus pakar lalat buah dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dalam inhouse training ini, peserta tidak hanya diberikan materi mengenai cara koleksi, identifikasi dan preservasi lalat buah, namun juga diajak ke lapangan untuk mempraktekkan secara langsung metode pengkoleksian lalat buah melalui metode trapping dan host rearing. Specimen lalat buah hasil penangkapan kemudian diidentifikasi melalui karakteristik morfologinya untuk selanjutnya dipreservasi atau disimpan sebagai koleksi. Dengan dilaksanakannya Inhouse Training ini, diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta untuk lebih memahami dan mampu mengidentifikasi pun membuat koleksi lalat buah Bactrocera spp. dengan tepat, sehingga akan mendukung terealisasinya penambahan ruang lingkup akreditasi laboratorium BKP Kelas I Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Inhouse Training

Pengujian Haemaglutination (HA)/Haemaglutinasi Inhibition (HI) Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin 2015

author-rima drh. Rima Hasmi Firdiati 19-02-15 Save as pdf

Sebagai salah satu tahapan untuk persiapan penambahan ruang lingkup akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2008 Laboratorium, BKP Kelas I Banjarmasin pada tanggal 17-18 Februari 2015, telah menyelenggarakan Inhouse Training pengujian Haemaglutination (HA)/Haemaglutinasi Inhibition (HI).

Inhouse Training Pengujian Haemaglutination (HA)/Haemaglutinasi Inhibition (HI) ini bertujuan untuk mengidentifikasi Avian Influenza (AI) sebagai HPHK Golongan I dan Newcastle Disease (ND) sebagai HPHK Golongan II yang dilaksanakan sebagai salah satu tahapan untuk persiapan penambahan ruang lingkup akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2008 laboratorium, mengingat tingginya frekuensi lalu lintas unggas di wilayah Kalimantan Selatan. Inhouse Training pengujian HA/HI untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia terkait ruang lingkup pengujian di Laboratorium Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang sudah ditetapkan sebagai laboratorium terakreditasi oleh KAN pada tanggal 26 November 2014 dengan nomor akreditasi LP-867-IDN dengan ruang lingkup TPC dan RBT.

drh. Sri Hanum kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin selaku Manajer Puncak membuka kegiatan Inhouse Training HA/HI dengan narasumber drh. Arif Supriyadi M,Sc. dari Balai Veteriner Banjarbaru yang di hadiri manajer Administrasi, Manajer Mutu, Manajer Teknis Karantina Hewan dan seluruh pejabat fungsional Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan nantinya laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin memiliki standar pelayanan mutu pengujian HA/HI sesuai dengan metode dan persyaratan OIE 2014 yang telah ditetapkan sehingga menjadi instansi penyelenggara jasa yang kredibel melalui jaminan keakuratan setiap sertifikat kesehatan karantina yang diterbitkan.

Lihat dokumentasi Kegiatan.

Seminar daerah

Monitoring Hama Penyakit Hewan Karantina BKP Kelas I Banjarmasin Tahun 2014

author-umar drh. Umar Suryanaga 12-12-14 Save as pdf

Pada hari Kamis, 11 Desember 2014 telah dilaksanakan Seminar Daerah Monitoring Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) BKP Kelas I Banjarmasin Tahun 2014 yang merupakan tindak lanjut selesainya pengambilan sampel dan pemeriksaan sampel Pemantauan BVD pada sapi eks Pemasukan BKP Kelas I Banjarmasin.

Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya HPHK BVD di tempat-tempat pemasukan sapi bibit wilayah kerja BKP Kelas I Banjarmasin, mendapatkan informasi status dan situasi HPHK, memetakan status dan situasi HPHK dan tersusunnya peta status dan situasi HPHK di BKP Kelas I Banjarmasin. Seminar di buka oleh Kepala BKP Kelas I Banjarmasin drh. Sri Hanum dan sebagai penyaji materi hasil pemantauan BVD tahun 2014 yaitu drh. Yeni Lusiana, sedangkan narasumber dari Balai Veteriner adalah drh. Sulaksono Hadi selaku Kepala Balai dan dari Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan diwakili oleh Kabid Keswanvet drh. H. Tris Fadianto M.P., narasumber dari Dinas Peternakan Kabupaten Tanah Laut yaitu drh. Muhammad Taufik dan dari Dinas Peternakan Barito Kuala yaitu Ir. Sugiarto.

Acara ini dihadiri oleh instansi dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan di daerah yang mendapatkan pantauan sesuai dengan hasil statistik tahapan pengambilan sampel yaitu Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Barito Kuala dan seluruh medik dan Paramedik Veteriner BKP Kelas I Banjarmasin. Acara ini sekaligus menjadi acara konsolidasi pelaksanaan kegiatan pemantauan yang akan datang dan hasil yang diperoleh dijadikan acuan kebijakan tindakan karantina berkaidah analisa risiko dan upaya peningkatan pelaksanaan pelayanan tindakan karantina di BKP Kelas I Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Rapat Koordinasi dan Public Hearing Standar Pelayanan Publik Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin

author-andi Andi Natalesmana, SP 24-09-14 Save as pdf

Acara ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2009 mengenai Pelayanan Publik yang mengamanatkan adanya partisipasi publik dalam penyusunan dan penetapan Standar Pelayanan Publik.

Pada hari selasa, 23 september 2013, Balai Karantina Pertanian Kelasi I Banjarmasin menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Public Hearing Standar Pelayanan Publik. Acara ini dihadiri perwakilan dari Badan Karantina Pertanian (Dr. Syafril Daulay), Ombudsman RI perwakilan Kalsel (Nurhalis Majid), instansi terkait, dan pengguna jasa.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2009 mengenai Pelayanan Publik yang mengamanatkan adanya partisipasi publik dalam penyusunan dan penetapan Standar Pelayanan Publik. Pada sesi pertama, acara diawali dengan pemaparan narasumber dari Badan Karantina Pertanian (Dr. Syafril Daulay) dan narasumber dari Ombudsman RI perwakilan Kalsel (Nurhalis Majid) yang memaparkan pentingnya instansi pemerintah dalam menyusun dan menetapkan Standar Pelayanan Publik sebagai tolak ukur pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Pada sesi selanjutnya, acara diisi dengan pemaparan dari fasilitator karantina hewan dan karantina tumbuhan yang pada kesempatan ini diwakili oleh drh. Umar Suryanaga dan Lilis Suryani, SP. MP. Setelah pemaparan dari fasilitator berakhir, acara kemudian dilanjutkan dengan segmen diskusi antara Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dengan para peserta.

Acara diakhiri dengan penanda-tanganan Berita Acara Kesepakatan Standar Pelayanan Publik yang di tandatangani oleh kepala Balai, perwakilan Ombudsman Kalsel, dan perwakilan pengguna jasa. Dengan ditetapkan Standar Pelayanan Publik BKP Kelas I Banjarmasin, diharap kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa karantina hewan maupun karantina tumbuhan dapat ditingkatkan, serta dapat menguatkan peran strategis BKP Kelas I Banjarmasin dalam menjaga Kalimantan Selatan dari ancaman penyakit hewan dan tumbuhan.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Sosialisasi

Sosialisasi Karantina Hewan BKP Kelas I Banjarmasin mengenai Prosedur dan Tata Cara Permohonan IKH dan IKPH

author-lulus Lulus Riyanto, SH 23-09-14 Save as pdf

Pada hari Senin, 22 September 2014, bertempat di Hotel Roditha, BKP Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan sosialisasi karantina hewan dengan tema “Prosedur dan Tata Cara Permohonan IKH dan IKHP“. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Sosialisasi berdasarkan Surat Keputusan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Nomor: 1190.a/Kpts/KU.210/L18.B/09/2014 tanggal 01 September 2014.

Peserta Sosialisasi terdiri dari semua Stake Holder Karantina Hewan lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin. Narasumber dalam sosialisasi ini adalah drh. Muh. Jumadh, Kepala Bidang Karantina Hewan Hidup, Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian dan Ir. Sabrie Madani, MM., Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, drh. Sri Hanum menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya sosialisasi ini para pelaku usaha dapat lebih tertib dalam memenuhi kewajiban dalam menjalankan usahanya, selain itu diharapkan adanya koordinasi dengan Instansi terkait sehingga peran Karantina dapat lebih maksimal dalam rangka menjaga provinsi Kalimantan Selatan tetap bebas dari penyakit tertentu seperti penyakit Brucelosis. Selain itu, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menunjang tugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dalam memberikan pemahaman bagi para pelaku usaha khususnya yang berhubungan dengan karantina hewan.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Inhouse Training

Pelatihan Pembuatan Peta Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK Dengan Menggunakan Software Arcgis 9.3 (Arcmap)

author-andi Andi Natalesmana, SP 19-09-14 Save as pdf

Pelatihan diselenggarakan selama 2 (dua) hari, 17-18 September 2014. Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan tenaga fungsional BKP Kelas I Banjarmasin dapat lebih kompeten, berkualitas, serta mempunyai nilai tambah dan profesional.

Untuk lebih meningkatkan kompetensi tenaga fungsional BKP Kelas I Banjarmasin, pada tanggal 17-18 September, diselenggarakan Pelatihan Pembuatan Peta Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK Dengan Menggunakan Software Arcgis 9.3. (Arcmap) Pelatihan ini dibimbing oleh Bapak Edi Sukoco, ST. MSc, dari Badan Pertanahan Nasional Kanwil Kalsel dan dihadiri oleh tenaga fungsional Karantina Hewan dan Tumbuhan BKP Kelas I Banjarmasin. Pelatihan ini dilakukan dengan konsep learning by doing dengan harapan para peserta dapat dengan cepat memahami ilmu mengenai pembuatan peta. Pembimbing menjelaskan dengan rinci dan terarah sehingga peserta tampak memahami dan antusias selama proses pembelajaran.

Pelatihan diselenggarakan selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mempelajari tentang cara instalasi dan pengenalan Software ArcGis 9.3 (ArcMap) dan pada hari kedua, peserta mulai praktek bagaimana cara penggunaan dan pengolahan data menggunakan software tersebut. Sebagai objek dalam pelatihan ini, digunakan data-data titik kordinat GPS (Global Positioning System) yang diperoleh selama pemantauan daerah sebar OPT/OPTK Tahun 2014. Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan tenaga fungsional BKP Kelas I Banjarmasin dapat lebih kompeten, berkualitas serta mempunyai nilai tambah dan profesional.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Pelaksanaan Tindakan Karantina Hewan BKP Kelas I Banjarmasin Terhadap Hewan-Hewan Sirkus Oriental Taman Safari Indonesia

author-fatimah drh. Fatimah Ratih Puspitowati 25-08-14 Save as pdf

BKP Kelas I Banjarmasin melakukan Tindakan Karantina Hewan terhadap hewan Sirkus Oriental dari Taman Safari Indonesia (TSI) yang akan melakukan pertunjukan di Banjarmasin. Hewan-hewan sirkus tersebut berasal dari taman Safari Indonesia, meliputi: gajah sumatera sebanyak 4 ekor, simpanse afrika 1 ekor, harimau benggala 4 ekor, singa benggala 1 ekor, burung kakak tua putih 3 ekor, burung Macow 1 ekor, dan lain-lain.

Rombongan Sirkus Oriental TSI menggunakan kapal KM. LCT Agung Samudera sandar di pelabuhan Trisakti pada tanggal 24 Agustus 2014, setelah sebelumnya melakukan pertunjukan di Pontianak, Kalimantan Barat. Mengacu kepada peraturan pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, petugas karantina BKP Kelas I Banjarmasin telah melakukan Tindakan Karantina hewan terhadap hewan hewan sirkus tersebut.

Pelaksanaan tindakan berupa: pemeriksaan kelengkapan dokumen karantina dari daerah asal (Pontianak), pemeriksaan kesesuaian fisik hewan-hewan (dilakukan di alat angkut), setelah bongkar petugas karantina melakukan pengawalan hewan-hewan tersebut sampai ke tempat pertunjukkan/Instalansi Karantina Hewan Sementara. Masa Karantina dilakukan selama 14 hari untuk melakukan Tindakan karantina berupa pengamatan terhadap hewan-hewan sirkus dan perlakuan dengan pengambilan sampel feses untuk uji laboratorium. Dari hasil pemeriksaan uji laboratorium pada feses, hewan-hewan sirkus menunjukkan negatif Helminthiasis. Selajutnya dilakukan pembebasan terhadap hewan-hewan sirkus tersebut.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Sosialisasi

Perkarantinaan Pertanian BKP Kelas I Banjarmasin pada Pameran Kalsel Expo 2014

author-andi Andi Natalesmana, SP 22-08-14 Save as pdf

Balai Karantina Kelas I Banjarmasin kembali berperan serta dalam pameran Kalsel Expo 2014 yang diselenggarakan di Lapangan Dr. Murdjani Banjarbaru. Pameran ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka memperingati HUT Provinsi Kalsel. Pameran ini berlangsung selama 8 hari dari tanggal 22 Agustus sampai dengan 29 Agustus 2014.

Pameran ini diikuti oleh berbagai instansi pemerintah maupun dari sektor swasta yang ada di Kalimantan Selatan. Pada pameran ini BKP Kelas I Banjarmasin menampilkan media tayang audio visual maupun media cetak berupa poster, leaflet dan brosur sebagai media sosialisasi dan informasi perkarantinaan pertanian bagi masyarakat Kalsel yang mengunjungi pameran. Untuk mengundang minat masyarakat untuk berkunjung ke stand BKP Kelas I Banjarmasin, panitia menyediakan kuisioner yang berisi pertanyaan seputar perkarantinaan dan disediakan souvenir untuk pengunjung yang menjawab kuisioner dengan benar.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Semarak Kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan RI di BKP Kelas I Banjarmasin

author-andi Andi Natalesmana, SP 19-08-14 Save as pdf

Dalam menyemarakan peringatan hari kemerdekaan RI, BKP Kelas I Banjarmasin mengadakan kegiatan berupa lomba antar karyawan/ti lingkup BKP Kelas I Banjarmasin. Selain untuk memperingati hari kemerdekaan RI, kegiatan lomba ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar karyawan dan karyawati lingkup BKP Kelas I Banjarmasin.

Kegiatan lomba diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Agustus 2015. Lomba terdiri dari lomba futsal, makan kerupuk, balap karung, dan lomba menari memakai balon. Semua karyawan/ti tampak antusias dan terhibur dengan kegiatan lomba ini. Puncak acara peringatan HUT Kemerdekaan RI dilakukan pada hari Minggu, 17 Agustus 2014 dengan dilaksanakannya Upacara bendera peringatan Kemerdekaan RI. Semoga dengan diadakannya berbagai kegiatan lomba ini dapat mempererat tali silaturahmi di BKP Kelas I Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Asesmen Awal Komite Akreditasi Nasional di Laboratorium BKP Banjarmasin

author-helmi drh. Helmi, M.Si 11-08-14 Save as pdf

Komite Akreditasi Nasional telah melakukan asesmen awal di Laboratorium BKP Banjarmasin pada tangal 6-7 Agustus 2014. Asesmen awal ini ditujukan untuk menilai kompetensi laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025:2005 dalam menentukan pemenuhan laboratorium terhadap kriteria akreditasi yang relevan dengan ruang lingkup yang diajukan oleh laboratorium.

Asesmen awal dibuka oleh Kepala BKP Banjarmasin, drh. Sri Hanum selaku Manajer Puncak dan dihadiri oleh tim manajemen beserta penyelia dan analis laboratorium karantina hewan dan karantina tumbuhan. Dalam sambutannya Kepala Balai menyampaikan harapannya agar asesmen awal dapat memberikan masukan untuk perbaikan kinerja laboratorium. Kepada Asesor, Kepala Balai menyampaikan tidak akan memaksakan kalau memang laboratorium BKP Banjarmasin belum layak untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Tim asesor yang terdiri dari Dr. Udin S. Nugraha (asesor kepala), Dr. Ati Srie Duriat dan Drh. Taty Aryanti (asesor anggota) menyampaikan agenda asesmen dan selanjutnya melakukan kunjungan ke laboratorium untuk melakukan verifikasi, validasi, melengkapi data dan informasi serta melakukan penilaian lapangan asek manajemen dan aspek teknis sesuai ruang lingkup akreditasi. Asesmen diakhiri dengan closing meeting yang menyampaikan temuan ketidaksesuaian dalam bentuk laporan ketidaksesuaian (LKS).

asil asesmen di Laboratorium BKP Banjarmasin, ditemukan 15 ketidaksesuaian yang tergolong kategori II pada aspek manajemen dan aspek teknis. Temuan ketidaksesuaian ini segera ditindaklanjuti oleh tim manajemen dan personel laboratorium dan menyerahkan bukti tindakan perbaikan kepada asesor dalam waktu 54 hari kerja. Dengan komitmen dan kerja sama yang telah dilakukan, tim manajemen dan personel laboratorium berharap memperoleh sertifikat akreditasi laboratorium pada tahun ini.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Buka Puasa Bersama di BKP Kelas I Banjarmasin

author-helmi drh. Helmi, MSi 19-07-14 Save as pdf

Sebagai bentuk syukur dan memperkokoh rasa persaudaraan diantara keluarga besar BKP Banjarmasin, telah dilakukan buka puasa bersama pada 18 Juli 2014 bertempat di halaman kantor BKP Banjarmasin.

Buka puasa bersama ini sekaligus sebagai “acara selamatan” terhadap pelaksanaan pembangunan kantor baru BKP Banjarmasin, dengan harapan pelaksanaan pembangunan kantor baru dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya. Kepala BKP Banjarmasin drh. Sri Hanum dalam sambutannya kembali mengingatkan agar pegawai BKP Banjarmasin tetap bekerja dengan semangat di bulan yang luar biasa ini.

Buka puasa bersama ini juga dihadiri oleh karyawan rekanan pembangunan kantor baru sehingga Kepala Balai tidak lupa mensosialisasikan tugas dan fungsi karantina pertanian pada kesempatan tersebut. Sebagai acara inti pada buka puasa bersama ini, ustad Arbain yang mengisi tausiyah menyampaikan Nilai plus berpuasa di bulan Ramadhan. Buka puasa bersama diakhiri dengan sholat magrib berjamaah buka puasa. Semoga kegiatan silaturahim semacam ini senantiasa dibudayakan demi kokohnya persaudaraan keluarga besar BKP Banjarmasin.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Bimbingan Teknis

Deteksi Residu Nitrit Pada Sarang Burung Walet di BKP Kelas I Banjarmasin

author-helmi drh. Helmi, M.Si 05-05-14 Save as pdf

Pengeluaran media pembawa sarang burung walet dari Kalimantan Selatan yang diawasi Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Peningkatan ini juga harus disertai dengan pengembangan teknik dan metode pemeriksaan sarang burung walet mengingat sarang burung walet sebagai media pembawa yang tergolong sebagai bahan asal hewan yang dapat mengandung senyawa Nitrit (NO2).

Bertempat di Laboratorium Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, 05-07 Mei 2014 telah melakukan pelatihan deteksi residu nitrit pada sarang burung walet. Pelatihan ini merupakan bimbingan teknis dari Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian yang telah berhasil mengembangkan metode baru untuk mendeteksi residu nitrit pada sarang burung walet. Metode tersebut adalah pengembangan dari metode uji cepat dengan mengadopsi prinsip-prinsip spektrofotometri sehingga residu nitrit dapat diketahui dengan membandingkan warna yang terbentuk dengan deret standar.

Nitrit (NO2) merupakan senyawa kimia yang sering ditemukan di alam. Keberadaan residu nitrit dalam sarang burung walet sangat memungkinkan berasal dari proses alam yaitu pembusukan Kotoran walet yang menghasilkan gas ammonia. Bakteri pengurai akan merubah ammonia menjadi nitrit selanjutnya menjadi nitrat. Sarang burung walet akan menyerap senyawa kimia ini dan jika dilakukan pemeriksaan residu nitrit maka akan ditemukan senyawa nitrat.

Bahaya residu nitrit dalam jumlah berlebihan mengakibatkan methaemoglobinemia yang sering disebut dengan istilah baby blue bahkan dapat menyebabkan kanker. Hasil pemeriksaan terhadap sarang burung walet yang belum mengalami perlakuan (unclean), kadar nitrit yang ditemukan rata-rata di atas 70 ppm. Mengacu pada Permentan No 41 tahun 2013 tentang tindakan karantina hewan terhadap pemasukan atau pengeluaran sarang burung walet ke dan dari dalam wilayah negara republik Indonesia, menetapkan bahwa residu nitrit pada sarang burung walet tidak melebihi ambang batas maksimum yaitu 125 ppm.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Inhouse Training

Pengujian TPC dan RBT Serta Kaji Ulang Manajemen dan Uji Banding di BKP Banjarmasin

author-helmi drh. Helmi, MSi 16-02-14 Save as pdf

Dalam rangka persiapan menuju akreditasi laboratorium, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk memenuhi semua persyaratan sebelum memasukan permohonan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Untuk meningkatkan kompetensi personal terkait ruang lingkup pengujian, Laboratorium Karantina Hewan telah melaksanakan In House Training pengujian Total Plate Count (TPC) dan Rose Bengal Test (RBT) pada 25-27 Februari 2014 dengan narasumber dari Balai Veteriner Banjarbaru. Kegiatan in house training ini sekaligus diperuntukan untuk uji verifikasi ruang lingkup pengujian TPC dan RBT, sehingga outcome dari kegiatan in house training bukan hanya peningkatan kompetensi personil laboratorium tetapi juga pembuktian bahwa personil laboratorium mampu melakukan pengujian menggunakan metode tersebut dengan hasil yang valid.

Selanjutnya pada 04-06 Maret 2014, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah melakukan in house training Kaji Ulang Manajemen dan Uji Banding dengan narasumber dari Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP). Fokus kegiatan ini adalah persiapan uji banding yang akan dilaksanakan laboratorium karantina hewan dan tumbuhan pada bulan April – Mei 2014. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, drh Sri Hanum dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan dukungan kepada Tim SMM Laboratorium agar bekerja sesuai target sehingga pengajuan permohonan akreditasi ke KAN dapat dilakukan pada semester satu tahun 2014. Di akhir sambutan drh. Sri Hanum menyampaikan bahwa peningkatan standar mutu pelayanan melalui pelatihan yang berkesinambungan merupakan salah satu sasaran mutu Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin yang harus selalu dijadwalkan.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Inhouse Training

Identifikasi Fusarium spp.

author-deni Deni Hidayat, SP 10-02-14 Save as pdf

Dalam rangka meningkatkan kompetensi Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta menyongsong sertifikasi ISO/IEC 2008:17025, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan Inhouse Training “Identifikasi Fusarium spp”. Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari (5-7 Pebruari 2014) ini, di ikuti oleh Pejabat Fusional POPT Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin serta perwakilan dari BKP Kelas I Balikpapan dan BKP Kelas II Palangkaraya.

Dalam inhouse training ini peserta diperkenalkan dengan teknik isolasi yang sesuai dengan teknik pengujian secara biologi, mulai dari penggunaan media yang sesuai hingga teknik identifikasi berdasarkan ciri-ciri morfologi berdasarkan buku the Fusarium Laboratory Manual. Sebagai narasumber Dr. Ir. Arif Wibowo MAgr. SC yang merupakan pengajar di Universitas Gajah Mada menjelaskan dengan sangat rinci, sehingga peserta mudah memahaminya. Peserta tidak hanya dibekali dengan teori Identifikasi, namun secara langsung melakukan identifikasi beberapa isolat Fusarium yang telah disiapkan. Dr. Arif mengatakan bahwa untuk menjadi seorang yang expert dibidang tersebut perlu terus dilakukan latihan terus menerus dan beliau berharap komunikasi bisa berjalan terus tidak hanya terbatas saat inhouse training.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Sosialisasi

Sistem Manajemen dan Mutu Laboratorium ISO/IEC 2008:17025 di BKP Kelas I Banjarmasin

author-edi Edi Susanto, S.Ip 07-02-14 Save as pdf

Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah menyelenggarakan sosialisasi penerapan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium SNI ISO/IEC 2008:17025 pada hari Selasa tanggal 4 Februari 2014. Penyelenggaraan sosialisasi ini merupakan salah satu agenda kegiatan penerapan konsep Sistem Manajemen Mutu Laboratorium sesuai dengan ISO/IEC 2008:17025 secara berkesinambungan.

Penerapan konsep SMM Laboratorium dilakukan karena merupakan syarat utama agar laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dapat terakreditasi. Karena hasil pengujian dari laboratorium yang terakreditasi dapat menjamin tingkat ketelitian, akurasi dan validitasnya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab setiap penetapan tindakan karantina diharuskan senantiasa dilandasi dengan pembuktian ilmiah yang kuat. Oleh karena itu upaya Manajemen Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, selain melakukan pembenahan infrastruktur laboratorium sekaligus diikuti pula dengan pembenahan sistem manajemen.

Acara sosialisasi dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, pejabat fungsional dan penanggung jawab wilayah kerja lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin. Pada kesempatan pertama, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin selaku Manajer Puncak menyampaikan amanat, agar seluruh pegawai dalam melakukan semua aspek kegiatan harus mengacu pada konsep penerapan sistem manajemen mutu. Sebagai pembawa materi sosialisasi dengan judul “Sosialisasi Implementasi SMM Laboratorium berdasarkan SNI ISO/IEC 2008:17025” disampaikan oleh drh. Helmi, M.Si dan Lilis Suryani, SP. MP. Selesai penyampaian materi dan diskusi, acara ditutup oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan selaku Manajer Mutu.

Lihat dokumentasi kegiatan.

Berita

Motivasi Untuk Sukses di Tahun 2014

author-edi Edi Susanto, S.IP 05-01-14 Save as pdf

Tahun 2013 mempunyai catatan tersendiri bagi para Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, karena atas prestasi mereka pada kegiatan penyidikan tindak pidana di Bidang Karantina Hewan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin telah mendapat Quarantine Award dari Badan Karantina Pertanian.

Quarantine Award merupakan penghargaan dari Badan Karantina Pertanian kepada pegawai dan UPT Karantina Pertanian teladan yang nyata-nyata telah menunjukkan prestasi, kompetensi, kemampuan kerjasama, memiliki moral dan akhlak yang baik dalam pelaksanaan tugas untuk dijadikan teladan bagi petugas atau UPT lain. Quarantine award yang telah diberikan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin sebagai Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian Teladan Tahun 2013 atas prestasinya dalam Mendukung Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perkarantinaan dan Pengawasan Keamanan Hayati.

Tindakan penyidikan oleh PPNS, dilakukan karena telah terjadi tindak pidana pelanggaran Undang undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pasal 6 huruf a dan c serta pasal 9 ayat (1), pada tanggal 27 April 2010 yang dilakukan oleh seorang pemilik ekspedisi. Peristiwa tersebut bermula dari laporan kejadian yang dibuat petugas karantina hewan, bahwa telah terjadi pemasukan telur konsumsi (Bahan Asal Hewan) sebanyak 569 ikat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tujuan Banjarmasin melalui Pelabuhan Trisakti pada tanggal 27 April 2010 tanpa dilengkapi sertifikat sanitasi dari daerah asal, tidak dilaporkan dan tidak diserahkan kepada petugas karantina ditempat pemasukan dan pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina.

Keberhasilan penyidikan oleh PPNS tidak terlepas dari koordinasi yang baik dengan Seksi KORWAS PPNS Polda Kalsel. Sehingga oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, bahwa hasil penyidikan perkara pidana dinyatakan sudah lengkap (P-21), dan oleh Pengadilan Negeri Banjarmasin yang mengadili perkara tersebut, , terdakwa dijatuhi pidana penjara percobaan selama 4 (empat) bulan dan pidana denda sebesar Rp.5.000.000,-.(Lima Juta Rupiah). Sukses atas penghargaan yang diperoleh di tahun 2013, memotivasi untuk sukses di tahun 2014 bagi petugas pengawasan dan penindakan, dalam rangka melaksanakan amanah untuk melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan dan karantina rtumbuhan, serta keamanan hayati hewani dan nabati.

Lihat dokumentasi kegiatan.